Menjadi Orang Tua Bijak di Era Digital
“Teknologi adalah hamba yang berguna. Tetapi tuan yang berbahaya.” –
Christian Lous Lange
Buku begitu mencolok mata saat melewati keranjang buku di sebuah pameran terbesar di kota Surabaya tahun lalu. Saat menscanning isi buku, Kami semakin tertarik dan berkata, buku ini harus dibawa pulang. Mengapa? sang penulis adalah ibu yang bekerja di sebuah perusahaan dunia yang fokus pada penyediaan rating dan ulasan bersifat independen dan terpercaya untuk film, acara televisi, video game, buku, situs web hingga sebuah aplikasi. Tak hanya itu, hasil pengamatan awal berikutnya adalah, warna dan font buku ini menarik mata. Ditambah lagi adanya kotak kesimpulan dan poin penting dalam setiap babnya. Trus yaa, di akhir buku diberikan beberapa halaman rujukan hasil penelitian yang bisa kita akses atau cari terkait media. Jadi, referensi dari tulisan ini ga main-main. Al hasil, kami meminang buku ini.
Buku setebal 352 halaman ini bikin kami ketagihan untuk terus membacanya tanpa henti. Penjelasan lugas dari kacamata seorang ahli data yang nota bene juga seorang ibu yang hidup di percepatan perubahan teknologi begitu terasa dalam di setiap tulisannya. Betapa percepatan perubahan gadget misalnya, begitu dirasakan sesungguhnya saat anaknya beranjak remaja. Bagaimana kemudian ia menyajikan banyak sekali hasil-hasil penelitian tentang efek baik dan buruknya sebuah teknologi pada buah hati. Pembaca dibuat terkesima betul saat mengetahui dampak luar biasa pada anak saat orang tuanya memegang gadget di sekitar anak.
Sekelompok dokter meneliti 55 orang yang membawa anak-anak ke restoran cepat saji. Ternyata, 73% orang-orang itu menggunakan perangkat digital di meja saat duduk bersama anak-anak. Ada juga penelitian lain yang membandingkan perilaku ibu-ibu yang menggunakan perangkat mobile saat menyuapi anaknya dengan ibu yang tak menggunakan perangkat apapun saat menyuapi anaknya. Ternyata, 23% ibu itu mengeluarkan perangkat mobilenya yang mengakibatkan 20% ibu berbicara lebih jarang pada anaknya dan menyampaikan interaksi non-verbal 40% lebih sedikit pula. Ibu-ibu itu luput memperhatikan berbagai isyarat emosi dari anak-anak mereka. Ah, begitu banyak hasil survey, penelitian dan rekam jejak beliau yang disampaikan dalam buku ini secara detil. Beneran rugi kalau kita, orang tua yang menemani anak tumbuh di dunia teknologi seperti sekarang ini ga baca buku daging karya Yalda T. Uhls, MBA, Ph.D. Saran kami, segera cari dan miliki. Baca perlahan dan resapi untuk mengambil langkah-langkah berikutnya dalam keluarga kita di rumah.
Hal menarik lainnya saat membaca buku ini adalah pembaca tak perlu harus berurutan membaca dari bab ke bab. Baca saja bab yang sedang kita butuhkan pengetahuan di dalamnya. Jadi tak perlu harus berurutan dari bab satu ke bab dua dan seterusnya. Informasi seperti ini disampaikan di kata pengantar penulis. Ah, kalau kami, tetap dibaca berurutan dari bab ke bab. Karena pasti akan bertemu irisan yang saling mendukung. Dan benar saja, kami akhirnya menemukan kesimpulan akhir bahwa memang betul, buku ini sarat dengan penyajian data. Sebagian besar isi buku ini menginformasikan bahwa teknologi saat ini tuh aman kok untuk anak, tinggal bagaimana peran kita sebagai orang tua dalam berlaku bijak mengencangkan nilai-nilai keluarga untuk menjaganya agar anak tetap waras dalam dunia nyata. Beberapa tips sederhana nan bijak dalam menyikapi teknologi di tengah kehidupan anak, akan kita temui nyaris di setiap babnya. Bagian-bagian penting diberi kotak khusus dan diberi penekanan warna di bagian akhir babnya. Kesimpulan dalam tiap bab juga dibuatkan untuk memudahkan para pembaca yang ingin membaca kembali.
Menarik ya bahasannya
Sudah pernah baca buku ini kah?
Copyrights © 2022 Template by LavareDesign.com