Kumpulan Doa Orang tua untuk Anak

Delapan DOA ORANG TUA UNTUK ANAKNYA

  1. Doa Agar Anak Beriman Dan Bertakwa

رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٖ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا

 “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (Qs.al-Furqon : 74)

 

2-  Doa Agar Anak Menjadi Sholeh Dan Sholehah

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا أَوْلَادًا صَالِحِيْنَ حَافِظِيْنَ لِلْقُرْآنِ وَالسُّنَّةِ فُقَهَاءَ فِى الدِّيْنِ مُبَارَكًا حَيَاتُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ

 “Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami anak yang sholih sholihah, orang-orang yang hafal Al-Qur’an dan Sunnah, orang-orang yang faham dalam agama dibarokahi kehidupan mereka didunia dan di akhirat”

 

  1. Doa Agar Anak Berbakti Kepada Orang Tua

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَوْلَادِي وَلَا تَضُرَّهُمْ وَوَفِّقْهُمْ لِطَاعَتِكَ وَارْزُقْنِي بِرَّهُمْ

“Ya Allah berilah barokah untukku pada anak-anak ku, janganlah Engkau timpakan mara bahaya kepada mereka, berilah mereka taufik untuk taat kepadaMu dan karuniakanlah aku rezeki berupa bakti mereka”.

 

  1. Doa Agar Anak Menjadi Pintar, Solih dan Mushlih

اَللَّهُمَّ امْلَأْ قُلُوْبَ أَوْلَادِنَا نُوْرًا وَحِكْمَةً وَأَهْلِهِمْ لِقَبُوْلِ نِعْمَةٍ وَاَصْلِحْهُمْ وَاَصْلِحْ بِهِمُ الْأُمَّةَ

“Ya Allah, penuhilah hati anak-anak kami dengan cahaya dan hikmah, dan jadikan mereka hamba-hamba-Mu yang pantas menerima nikmat, dan perbaikilah diri mereka dan perbaiki pula umat ini melalui mereka.”

 

  1. Doa Agar Anak Memiliki Pemahaman Agama Yang Benar

اَللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِى الدِّيْنِ وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيْلَ

“Ya Allah, berikanlah kefahaman baginya dalam urusan agama, dan ajarkanlah dia ta’wil (tafsir ayat-ayat al-Qur’an)” (HR.Bukhari)

 

  1. Doa Agar Anak Sehat, Cerdas Dan Bermanfaat Ilmunya

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً وَعَاقِلًا حَاذِقًا وَعَالِمًا عَامِلًا

“Ya Allah, jadikanlah ia anak yang sehat sempurna, berakal cerdas, dan berilmu lagi beramal”

 

  1. Doa Agar Anak Diberikan Perlindungan Oleh Allah Swt

أُعِيْذُهُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

“Aku memohon perlindungan baginya (sebut nama anak) dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu serta dari pandangan mata buruk”. (HR. Abu Daud 3371, dan dishahihkan al-Albani, diriwayatkan pula oleh Bukhari dan Tirmidzi)

 

  1. Doa Ishlah (perbaikan) dan Keberkahan

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا فِي أَئِمَّتِنَا وَجَمَاعَتِنَا وَأَهْلِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَأَمْوَالِنَا وَفِيمَا رَزَقْتَنَا وَبَارِكْ لَنَا فِيهِمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

“Ya Alloh perbaikilah untuk kami pemimpin-pemimpin kami, jama’ah kami, keluarga kami, pasangan-pasangan kami, anak-anak keturunan kami, harta-harta kami dan di dalam  (rizqi) yang engkau berikan kepada kami dan berilah kami kebarokahan dalam urusan mereka di dunia dan akhirat”

Belajar Adab Kepada Allah dari Keluarga Imron

Keluarga Imran bukan keluarga Nabi tapi keluarga yang disejajarkan pada kualitas keluarga Nabi,- Ustdz Euis Sufi Jatiningsih

 

Pagi ini Depok-Bogor cerah banget. Bertambah cerah karena langsung mendapat siraman kalbu yang menyejukkan  dari ustadzah Euis via zoom. Menyejukkan karena banyak pesan penting yang perlu digaris bawahi dan dipraktekkan terkait apa yang beliau sampaikan. 

 

Ayat yang dikupas pagi ini tuh menjelaskan bagaimana cara Allah mendidik kita melalui kisah keluarga Nabi dan keluarga pilihan-Nya untuk kita contoh. Banyaaak sekali insight tentang bagaimana seharusnya kita belajar mentauladani dan sekaligus menjadi tauladan untuk orang lain. Catat satu-satu sebagai pengikat ilmu biar bisa dibaca dan dipahami berulang sebagai pengingat. Bismillah.

 

Ayat ‘Pembuka’

Belajar adab kepada Allah dari keluarga Imran adalah judul yang menarik untuk disimak buat para orang tua. Dalam kajian kali ini kita akan belajar bareng tentang Qs Ali Imron dan Qs Maryam.  Nama yang diabadikan dalam al qur’an pasti menyimpan banyak hikmah di dalamnya. 

 

Dibuka dengan Qs Ali Imron : 33

اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰىٓ اٰدَمَ وَنُوْحًا وَّاٰلَ اِبْرٰهِيْمَ وَاٰلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعٰلَمِيْنَۙ

“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala umat pada masa masing-masing”

 

  1. Kata اصْطَفٰىٓ

Huruf طَ pada kata اصْطَفٰىٓ memiliki arti memilih yang tidak sembarangan memilih. Memilih yang sudah melalui proses panjang dengan melihat banyak indikator penilaian. Berarti makna dalam kalimat pertama di ayat 33 ini adalah bahwa Allah tuh bener-bener memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imron loh karena mereka adalah keluarga hebat yang patut dijadikan contoh oleh orang-orang setelahnya.

 

  1. Mengapa yang dipilih-Nya adalah nabi Adam AS?

Nabi Adam adalah manusia pertama yang ada di muka bumi sehingga dipilih karena penciptaan dan hadirnya yang sangat spesial. Menjadi manusia yang kemudian ‘melahirkan’ manusia lainnya.

 

  1. Mengapa yang dipilih-Nya adalah nabi Nuh AS?

Pernah tahu kisah banjir besar saat zaman nabi Nuh ? Yes, saat itu Allah telah musnahkan manusia yang tidak taat pada-Nya kecuali yang selamat yang berada dalam perahu nabi Nuh AS saja. Nabi Nuh AS dipilih karena terciptanya kembali peradaban manusia baru setelah berlalunya banjir besar. Sebuah peristiwa luar biasa dalam proses hingga sebab akibat ketika beliau berdakwah kepada para masyarakat. Termasuk ketika berdakwah kepada keluarga nabi Nuh AS sendiri.

 

  1. Mengapa yang dipilih-Nya adalah nabi Ibrahim?

Dipilihnya oleh Allah langsung karena kualitas keluarga nabi Ibrahim AS. Sebut saja :

  1. Saat Ibrahim melawan kedzaliman di masyarakat saat mereka menyembah patung berhala.
  2. Keimanan Ibrahim pun diajarkan kepada istrinya hingga sang Istri pun sabar luar biasa karena belum kunjung hadirnya keturunan. 
  3. Ketaatan dan kesabaran luar biasa Ibrahim berbuah manis, Ismail lahir dari rahim istrinya. Namun lagi-lagi Allah mengujinya agar Ibrahim meninggalkan istri dan Ismail bayi di daerah panas, terik, tanpa penduduk dan persediaan makanan minuman yang kurang memadai.
  4. Lulus dari perintah meninggalkan anak istri, Ibrahim mendapatkan perintah untuk memenggal atau menyembelih leher Ismail, anak yang dinanti-nantikan selama puluhan tahun. Tak hanya Ibrahim dan istrinya yang taat atas perintah Allah, Ismail kecil malah menguatkan ayahnya Ibrahim, untuk mentaati apa yang telah Allah perintahkan. Masya Allah ya. Hingga akhirnya Allah memerintahkan untuk mengganti penyembelihan itu dengan domba.

Dari cerita kesabaran dan ketaatan nabi Ibrahim ini, mampu menularkan pada istri dan anaknya untuk melakukan hal yang sama. Nabi Ibrahim berhasil menanamkan hal baik yang paling mendasar kepada keluarga. Yaitu mentaati tanpa tapi atas apa yang diperintahkan Allah.

 

Bagaimana dengan keluarga kita bila mendapatkan ujian seperti itu? 

 

  1. Mengapa yang dipilih-Nya adalah keluarga Imron?

Ada keistimewaan apa sih dalam keluarga Imran sampai-sampai Allah ceritakan dan mensejajarkannya dengan cerita keluarga para nabi di atas?

 

Oke, dari sini catatan saya ternyata sampai tiga dua lembar bolak balik. Masya Allah. Saya mulai dari mengapa yaa

 

Mengapa Allah memilih keluarga Imron disebutkan dalam al quran dan sejajar dengan keluarga para Nabi di atas tadi?


1.Silsilah keluarga dan keturunan yang berkualitas

Saya merangkum dari yang mudah untuk diingat dulu ya. Bahwa tak hanya berhenti di keluarga Imran semata yang memang patut dijadikan tauladan bagi kita semua. Taapi, kualitas seluruh keluarga Imran, saudara dan keturunannya itu juga yang akhirnya menjadikan keluarga Imran layak disejajarkan dengan kualitas keluarga para nabi.

 

Kita bicara dari silsilah dulu ya sebelum ke akhlaq keluarga Imran dan keturunannya.

 

Istri Imron yang bernama Hannah mengandung Maryam.

Maryam melahirkan seorang utusan Allah yang bernama Isa AS.

Nabi Zakaria AS adalah adik iparnya Hannah karena nabi Zakaria menikah dengan adiknya Hannah. Jadi nabi Zakaria itu tuh om nya Maryam. 🙂

Nabi Yahya AS adalah anak nabi Zakaria AS alias sepupunya Maryam. Masya Allah ya, keluarga shalih bener ya.

 

Akhlaq Hannah-Istri Imron

  1. Hannah yang Visioner dan Fituristik

Saat Imran tahu bahwa Hannah, istrinya, sedang mengandung, Imran senang bukan kepalang. Namun Allah berkehendak lain, Imran tak bisa melihat anaknya lahir. Hannah mengandung dalam kondisi sudah tidak ada suami di sisinya lagi. Imran meninggal dunia saat Hannah mengandung.

 

Namun Hannah tak larut dalam kesedihan. Dalam QS: Ali Imran : 35

 

اِذْ قَالَتِ امْرَاَتُ عِمْرَانَ رَبِّ اِنِّيْ نَذَرْتُ لَكَ مَا فِيْ بَطْنِيْ مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ ۚ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Ingatlah ketika istri Imran berkata, “ya Tuhanku, sesungguhnya aku bernazar kepada Mu, (janin) yang ada dalam kandunganku (kelak) menjadi hamba yang mengabdi (kepada Mu). Maka terimalah (nazar itu) dariku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar Maha Mengetahui.”

Dalam kondisi mengandung, Hannah sudah memikirkan dan bercita-cita bahwa anaknya yang sedang dikandung ini akan ia didik untuk menjadi seorang ahli ibadah dan berdiam dalam mihrab-masjid. Sudah punya pandangan ke depan akan anak yang belum lahir, mau dididik seperti apa. Sesuatu yang belum pernah ditemukan dalam masyarakat yang ada kala itu.

 

==========================================================

Belajar Perbedaan Kosa Kata

Oia, saya belajar penjelasan kata baru lagi dari ustadzah loh. 

Perbedaan   زَوْجَهٗۗ dan امْرَاَتُ

Dalam surat di atas, Allah menggunakan kata امْرَاَتُ  bukan زَوْجَهٗۗ. 


Bukannya Hannah adalah istri sholihah yang sudah menikah dengan suami yang sholih? Lihatlah dalam QS at Tahrim:10 Allah menyebutkan kata امْرَاَتُ untuk istri nabi Luth dan istri nabi Nuh yang durhaka kepada suami dan mengingkari ajaran-Nya. Allah juga menggunakan kata امْرَاَتُ saat menyebutkan istri fir’aun.

 

Dalam QS al Anbiya: 90 Allah menyampaikan tentang berita gembira bahwa istri nabi Zakariya AS telah mengandung. Dan di ayat itu menggunakan kata زَوْجَهٗۗ bukan امْرَاَتُ. 

 

Ternyata ya, Mak.

 

Makna dari امْرَاَتُ itu ada dua.

Yang pertama untuk istri-istri yang tidak seiman atau sefikroh dengan suaminya (seperti kondisi istri nabi Nuh, istri nabi luth dan istri Fir’aun).

Yang kedua bermakna pasangan yang memiliki kondisi tidak sempurna-mandul, secara anatomi tubuhnya tak sempurna sehingga sulit hamil atau tidak memiliki anak. Termasuk dengan tidak lengkapnya sebagai pasangan seperti Imran yang sudah meninggal sedangkan Hannah masih hidup dalam kondisi mengandung. Maka Allah menyebutnya امْرَاَتُ .

 

Sedangkan زَوْجَهٗۗ Allah sebutkan ketika istri nabi Zakaria hamil (QS al Anbiya : 90), kondisi fisik sempurna hingga bisa mengandung/hamil. Sedangkan di QS Maryam:5 disebutkan saat itu istri nabi Zakaria dalam kondisi mandul-sulit untuk hamil, menggunakan kata امْرَاَتُ . Juga  زَوْجَهٗۗ bermakna pasangan lengkap, masih ada, yang saling menyayangi satu sama lain. Seperti di Qs al  Baqarah:35.

Wallahu a’lam bish showab

Masya Allah ya, mu’jizatnya al quran luar biasa. Dilihat dari sisi katanya saja juga mengandung makna yang khusus lagi dalam.

==========================================================

 

3. Ucapan dan doa Hannah yang Allah sebutkan kembali dalam wahyu-Nya.

Qs Ali Imron: 37

فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ اِنِّيْ وَضَعْتُهَآ اُنْثٰىۗ وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْۗ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْاُنْثٰى ۚ وَاِنِّيْ سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَاِنِّيْٓ اُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ

Maka ketika melahirkannya, dia berkata, “Ya Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan.” Padahal Allah lebih tahu apa yang dia lahirkan, dan laki-laki tidak sama dengan perempuan. ”Dan aku memberinya nama Maryam, dan aku mohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari (gangguan) setan yang terkutuk.”

 

Disebutkan juga dalam ayat itu bahwa Hannah sendirilah yang memberikan nama bagi bayinya, Maryam. Sesuatu yang tidak pernah ada di zaman itu. Biasanya yang memberikan nama anak itu adalah bapaknya, bukan ibunya.

 

Akhlaq dan adab nabi Zakaria AS ketika berdoa

  1. Meminta dengan bersungguh-sungguh, lembut namun tegas

Dalam Qs Maryam : 3 diceritakan bagaimana cara nabi Zakaria yang telah berusia 85 tahun itu memohon dan berdoa pada Allah. Memohon dengan bersungguh-sungguh banget (نِدَاۤءً), menggunakan diksi yang tegas namun suara yang lembut (خَفِيًّا)

 

  1. Yakin dan berserah diri atas apa pun hasil dari doanya

Nabi Zakaria berdoa dengan yakin dan bersungguh-sungguh bahwa Allah akan mengabulkan permintaannya. Namun beliau pun sudah menanamkan dalam hati bahwa ia tak akan kecewa apapun yang akan Allah tetapkan nanti. Ini tantangan banget buat kita ya.

 

Saya jadi teringat penjelasan tentang dikabulkannya doa.

  1. Allah akan mengabulkan sesuai apa yang kita minta dalam doa
  2. Doa kita akan dikonversi atau diganti dengan sesuatu yang terbaik menurut Allah.
  3. Doa kita akan ditangguhkan. Dikabulkan nanti di akhirat. Tentu saja Allah Maha Tahu, mungkin kalau dikabulkan sekarang di dunia, kita akan menjadi manusia yang sombong dan seterusnya. 

 

Karakter Yahya bin Zakaria

  1. Berkah seorang anak yang diberikan banyak kesholihan

Karena adab dan kesabaran nabi Zakaria dalam menanti istrinya hamil serta tercurahkannya seluruh hidupnya untuk mendidik Maryam selama ada di mihrab, maka doa nabi Zakaria agar mendapatkan keturunan pun terkabul. Tak ada yang tak mungkin, di usia nabi Zakaria yang menginjak usia 85 tahun masih bisa mendapatkan berkah seorang anak. Yahya namanya. Lahir dari ayah dan ibu yang sangat bersabar dalam menanti hadirnya Yahya.

 

  1. Yahya diberikan hikmah sejak kecil
    Hikmah itu pengertian sederhananya adalah pemahaman akan ilmu yang sangat mendalam, yang membuat perkataannya diikuti banyak orang. Diberi pemahaman lebih walau usianya masih kanak-kanak.

 

  1. Yahya itu anak yang lembut dan santun banget (حَنَانًا)
  2. 8. Yahya itu anak yang berhati bersih dari dosa (زَكٰوةً), aqidahnya tulus dan taqwanya permanen (تَقِيًّا). Berbakti kepada orang tua, orang yang ga pernah sombong dan bermaksiat serta mendapatkan tiga keselamatan langsung dari Allah. Keselamatan selama di rahim ibunya, keselamatan selama hidup/setelah dilahirkan dan keselamatan di akhirat pun sudah dijamin Allah. 

 

Masya Allah, bayangkan mak, kalau kita diberikan anak yang memiliki akhlaq seperi Yahya, masya Allah. Inilah buah kesabaran menanti buah hati, ketaqwaan tanpa tapi dan kesungguhan Zakaria saat mendidik dan menjaga Maryam selama di mihrab. Allah balas dengan balasan yang sempurna. Balasan hadirnya seorang anak bernama Yahya yang menjadi idaman semua orang tua akan akhlaqnya. 

 

Sekalipun Allah hanya menyebutkan sebanyak lima kali tentang nabi Yahya AS, namun kisah yang diangkat begitu dalam untuk kita tauladani.

 

Berkaca dari rentetan kebaikan keluarga Imran, maka memang betul dah, mengapa kemudian Allah mensejajarkan keluarga Imran itu sebagai keluarga yang memiliki kualitas sangat baik, seperti nabi Adam, Nuh dan keluarga Ibrahim.

 

Setelah membaca tulisan di atas, Mak, Apa yang ingin segera kita perbaiki mulai saat ini?

Memperbaiki cara kita mendidik anak?

Mengenalkan pada anak bahwa tauladan dalam islam itu sangat banyak dan jauh lebih baik dari pada lainnya?

Adab dalam berdoa?

Kesabaran dalam menanti dikabulkannya doa?

Belajar berserah diri dan mentaati semua perintah-Nya tanpa tapi? 

 

Semoga Allah memberikan kita keteguhan hati dalam iman, ihsan dan islam, insya allah.

 


Sumber : tulisan alquran https://www.merdeka.com/quran

Cara Asyik Mengelola Gadget Pada Anak

“ We may not be able to prepare the future for our children, but we can at least prepare our children for the future”
–Franklin D. Roosevelt–

Pengalaman dengan Gadget

Pernah merasakan rebutan gadget dengan anak?
Pernah merasakan sulitnya melarang anak untuk tidak terus menerus bermain gadget?
Pernah tahu rasanya bagaimana memanggil anak untuk melakukan sesuatu saat anak bermain gadget ?
Pernah terperangah tentang informasi yang anak peroleh ternyata didapat dari internet?
Pernah balik lagi ke rumah karena ketinggalan gadget?


Ya, gadget saat ini telah menjadi salah satu benda penting yang tak boleh tertinggal, nyaris harus selalu nempel kemana pun kita pergi. Lebih baik ketinggalan dompet dari pada ketinggal gadget, betul begitu, aybun ? Anak-anak kita hidup di era digital, sederhananya, si batita balita tuh ga perlu lagi dikenalin tutorial membuka dan menggunakan gadget. Klik tombol ini untuk itu, masuk ke sini nanti akan muncul seperti ini. Tekan ini untuk menggeser gambar. Ga perlu, aybun. Kenapa? Aiih, mereka bahkan bisa lebih jago, lebih gape dan lebih mengerti how to nya dari pada kita. Tanpa perlu diajarkan, mereka mampu menjalankan prosedur penggunaan layar pintar. Mengapa bisa demikian?


Bayangkan, anak kita itu melihat bagaimana ayah dan ibunya tak pernah jauh juga dari gadget dalam kesehariannya. Gadget tak pernah jauh dari genggaman orang-orang yang ada di lingkungan terdekatnya. Di kamar, di ruang tamu bahkan saat berkendara bersama anak-anak pun, orang tua nyaris menggenggam gadget kesayangannya. Anak melihat bagaimana orang dewasa di sekitarnya menggunakan layar pintar itu. Menggeser ke kanan dan ke kiri, menekan tombol ini dan itu. Mereka melihat bahwa orang dewasa merasakan kesenangan tertentu saat menggunakannya. Kadang tertawa sendiri di depan gadgetnya, kadang bisa asyik sendiri dengan fasilitas yang ada di gadget. Mungkinkah ini yang membuat mereka benar-benar meng copy-paste, meniru apa yang kita lakukan?

Bisa jadi. Karena pada dasarnya anak adalah peniru ulung, otaknya belum mampu memilah mana yang memang baik dan mana yang tak boleh ditiru. Maka adalah benar, bahwa pendidikan itu berawal dari kita, orang tuanya, orang dewasa terdekat yang ada dan paling sering berada di sekelilingnya.


Sebuah survey yang dilakukan oleh  Commone Sense Media melaporkan bahwa ternyata 78% orang tua menjadi model anaknya dalam berteknologi, termasuk di dalamnya penggunaan gadget dan internet. Tak hanya itu, aybun,  survey itu bilang bahwa orang tua menghabiskan 9 jam sehari dengan gadgetnya bukan untuk mengerjakan sesuai dengan pekerjaan, namun untuk bermedia sosial, nonton dan main games! Maka wajar kalau kemudian anaknya pun bermain gadget hingga 6 jam sehari. Oia, Common Sense Media itu merupakan sebuah organisasi non profit yang mendedikasikan untuk kepentingan pendidikan dan mengadvokasi keluarga untuk sehat dalam berteknologi bagi anak-anak.

Gadget dan internet pun sudah menjadi satu paket yang sulit sekali dilepas. Internet itu sesuatu yang mengagumkan, ia bisa memberikan keuntungan tak terbatas.  Bayangkan bila anak-anak kita lepas pengawasan tanpa dibekali sesuatu untuk menghadapinya. Minimal kita memberikan bekal bagaimana memanfaatkan gadget dan internet dengan sehat. Mereka hidup di era serba digital, maka melarangnya bersentuhan dengan barang digital adalah sebuah kesalahan. Melakukan kerja sama yang baik untuk mengelolanya jauh lebih bijak. Lakukan bersama anak dengan membuat kesepatan akan jauh lebih bisa diterima dari pada melarangnya sama sekali untuk tidak bergadget ria.

#lapkeringetdah


Berikut ini cara-cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk mengelola gadget bersama anak-anak, selamat mencoba.

  1. Buat kesepakatan penggunaan gadget harian

Sebelum membuat kesepakatan. Buka dengan diskusi ringan beberapa hari sebelumnya, tentang gadget, efeknya bagi komunikasi di rumah dan sebagainya. Ceritakan mengapa kita perlu membuat kesepakatan bersama keluarga terkait penggunaan gadget. Karena namanya kesepakatan, maka semua anggota keluarga berhak memberikan pendapatnya serta wajib mematuhinya, termasuk, kita, orang tua. Contoh kesepakatan di rumah, tak ada gadget selama di meja makan, ruang keluarga, dalam kendaraan, di kamar dan saat kami berempat kumpul bersama. Berapa lama penggunaan gadget harian dan sebagainya bisa didiskuskan pada anggota keluarga.

gadget

  1. Ajarkan anak untuk menjaga dan menahan pandangan

Yuk, ajarkan anak untuk menjaga pandangan dan menjaga kemaluannya. Kalau kata bu Elly Risman, psikolog yang sangat aware dengan bahaya teknologi pada anak, jika otak sudah rusak, maka kemaluanmu tidak bisa dikendalikan. Coba tanyakan; bagaimana perasaanmu hari ini, Kak? Apa yang kakak suka tadi pagi? Kenapa kakak suka main pasir di teras? Gunakan pertanyaan terbuka untuk memancingnya bercerita. Membiasakan berdiskusi saat senang dan sedih dengan anak akan membuatnya bercerita pada kita begitu ia merasakan sesuatu.

  1. Letakkan PC atau komputer di ruang keluarga

Anak perlu tahu bahwa PC/leptop/tablet itu adalah barang milik bersama, maka meletakkannya di tengah keluarga artinya, anggota keluarga lain berhak menggunakan barang yang sama secara bergantian. Ssttt…. jangan lupa, arahkan layar PC ke arah yang bisa Anda lihat sambil lalu dari dapur atau saat berjalan menuju ruangan lain. Ini tantangan nih, karena kalau ruang tengah tidak nyaman bagi anak untuk menggunakan gadgetnya, anak akan berpindah ke kamar tidur yang kita sulit untuk mengawasinya.

  1. Dampingi saat anak-anak bermain game

Mendampingi anak bukan berarti kita harus duduk di sampingnya terus menerus selama anak bermain game. Namun mengedukasi sedikit demi sedikit mengenai konten permainan. Bisa juga loh melibatkan adiknya berbagi peran dalam bermain bisa menjadi bagian saat kita mendampingi mereka bermain. Akan tambah menarik kalau kita pun ikut MABAR, aybun, alias MAin BAReng anak. Pasti seru deh. Jangan lupa, sesekali ajukan pertanyaan saat anak bermain menggunakan gadget agar ia tetap ‘sadar’ bahwa ia berada di dunia nyata bersama kita.

  1. Arahkan pada aktifitas teknologi yang tepat guna

Saat kita sedang berdiskusi dengan keluarga, bila menemukan sesuatu yang sulit, kekurangan informasi, kita bisa mengajak dan melibatkan anak untuk mencari informasi yang dibutuhkan di internet bersama-sama. Memilih aplikasi yang tepat dan sesuai dengan kemampuan serta usia anak juga bisa menjadi alternatif. Jangan lupa untuk menguji coba dulu aplikasi itu sebelum dikenalkan pada anak. Kalau dirasa aman untuk kemampuan dan usia anak kita, maka berikan dengan waktu bermain sesuai kesepakatan. 

  1.    Imbangi dengan aktifitas bergerak

Berikan kegiatan lain tanpa bersentuhan dengan gadget. Ajak ke tempat atau taman bermain di mana mereka bisa bersosialisai sesungguhnya dengan dunia nyata. Sebuah penelitian di Amerika Serikat menyebutkan bahwa cara belajar terbaik bagi anak di bawah usia 3 tahun adalah belajar dari dunia nyata, bukan dengan cara menonton layar. Sebab otak mereka memerlukan latihan dan variasi kegiatan. Bila mendongeng atau belajar melalui layar, kaitkan segera dengan mencari benda dalam belajar on line itu di dunia nyata, untuk memaksimalkan pembelajaran dan keseimbangan dunia maya dan dunia nyata.

Penelitian lain untuk anak jelang baligh, melibatkan anak-anak selama lima hari tanpa layar ternyata membuat peningkatan yang lebih baik ketika memahami emosi orang lain. Mereka tahu bagaimana menyikapi orang lain dengan baik. Cerita mereka yang mengikuti lima hari tanpa layar ini sangat beragam, tapi ada satu benang merahnya, bahwa tanpa gadget ternyata jauh lebih menyenangkan karena mereka bisa berinteraksi langsung dengan teman sebaya. (buku media moms and digital dads karya Yalda T Uhis, MBA, Ph.D., hal. 71) 

  1. Up date  segala informasi teknologi sesuai dengan usia anak Anda

Apa yang sedang berkembang di lingkungan anak-anak sekarang, wajib kita ketahui. Bisa jadi, kita pun bisa bertukar informasi dengan anak-anak terkait situs-situs yang mengasyikkan untuk di akses bersama dengan aman. Sederhananya, minimal sejajarkan informasi kita dengan anak-anak mengenai informasi kekinian.

  1. Orang tua adalah panutan anak-anak

Ya, jadilah contoh yang baik bagi anak. Kesepakatan yang telah dibuat oleh keluarga, pastikan bahwa itu pun berlaku untuk ayah dan bunda. 

Ingatlah, bahwa kita tidak bisa menyiapkan masa depan untuk anak kita, tapi kita bisa menyiapkan anak-anak untuk masa depan. Teringat nasihat sahabat Nabi SAW bahwa didiklah anakmu sesuai dengan zamannya karena mereka hidup bukan di zamanmu. Ya, mereka hidup di zaman yang sangat berbeda 180 derajat dengan zaman saat kita seusia mereka kini. Mengenalkan dan mengajarkan mereka sesuatu yang sesuai dengan zaman mereka kelak membuat kita, orang tua, harus terus bergerak dan mau belajar untuk menemani mereka tumbuh dan berkembang.

Semoga Allah selalu menjaga anak-anak kita di mana pun berada.

Masa Perkenalan Sekolah Untuk Usia TK

paudqunuraini@gmail.com

Follow Us

PAUD AL QUR'AN NUR'AINI

Bahagia Bersama Al Qur'an

Memberikan yang terbaik adalah sebuah keberuntungan dari mendidik seorang anak. Tapi, memberikan yang tepat adalah sebuah pilihan yang harus diambil oleh orang tua bijak. Mendidik tidak sekedar menyiapkan pendidikan, melainkan memilihkan tempat, lingkungan, partner serta sahabat yang mampu mengoptimalkan kemampuan anak sesuai fitrahnya.

Dua pekan pertama di bulan Juli menjadi awal perjalanan para santri berproses di sekolah. Kegiatan yang disusun sedemikian rupa, bertujuan agar para santri merasa aman, nyaman dan bahagia selama berada di lingkungan baru.

Keseruan menikmati proses perkenalan dengan teman baru bergulir, proses belajar mandiri makin terasa saat para santri belajar untuk mulai berani ke kelas sendiri dan mulai belajar mengenal aturan sosial. Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah atau yang lebih dikenal dengan MPLS memberikan point penting bagi seluruh warga sekolah di PAUD Al Qur’an Nur’aini

SILATURAHMI YUK

Ingin diskusi terkait perkembangan ananda apakah sudah siap masuk PAUD Al Qur’an? Bagaimana metode yang kami gunakan? Apa saja aktifitas yang akan dilakukan ?

Copyrights © 2022 Template by LavareDesign.com

Copyright © 2026 PaudQu Nuraini