7 Tips Mengajarkan Anak Puasa

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Hadits di atas sangat populer dan tentu menjadi penyemangat kita sebagai orang tua. Namun untuk menjadikan anak yang sholeh kelak tentu kita, orang tuanya pun harus belajar memperbaiki diri. Karena anak itu bagaimana pendidikan yang dilakukan oleh orang tuanya. Yang menjadikannya nasrani atau majusi adalah kita, orang tuanya. Lalu apa yang bisa kita lakukan? Ada banyak sekali hadits yang mengajarkan kita untuk menjadi tauladan bagi anak-anak, terutama kesempatan mengenalkan banyak kebaikan di bulan ramadhan ini. Termasuk cara mengajarkan anak puasa.

Dalam sebuah hadits riwayat Thabrani dari Ali bin Abi Thalib, disampaikan bahwa didiklah anak-anakmu akan tiga hal yaitu mencintai Nabimu, mencintai ahli baitnya dan membaca alquran, karena orang yang mengamalkan al quran nanti akan mendapatkan naungan Allah pada hari ketika tiada naungan kecuali dari-Nya bersama para Nabi dan orang-orang yang suci.

Di bulan Ramadan ini adalah momentum yang sangat baik untuk mengenalkan tiga hal tadi, salah satunya melalu belajar berpuasa. Belajar menahan lapar dan dahaga secara sederhana sudah bisa dikenalkan pada anak sejak dini. Pasti seru ya kalau mengajarkan anak untuk mulai berpuasa. Mungkin 7 cara ini bisa membantu orang tua yang sedang mengenalkan proses berpuasa pada anak. Selamat mencoba.

  1. Bangunkan dan ajak anak saat keluarga akan sahur

Anak perlu merasakan dan terlibat langsung apa yang sedang Anda dan keluarga lakukan selama berpuasa. Mengenalkan sejak awal terkait proses bagaimana berpuasa akan membuat anak seolah-olah ikut di dalam proses itu. Bangunkan dan ajak anak untuk ikut makan sahur juga.

  1. Berapa jam ia mampu berpuasa?

Sampaikan pada anak bahwa berpuasa itu wajib bila ia sudah dewasa. Dilakukan sejak subuh hingga magrib dimulai dengan tidak makan dan minum. Lalu tanyakan, adik mau mencoba dari jam berapa sampai jam berapa? Tunjukkan jam dinding padanya, sambil belajar angka Anda juga bisa mengajarkan anak bertanggung jawab pada pilihan yang diambil.

  1. Hindari aktifitas berlebihan

Aktifitas bergerak adalah kebutuhan setiap anak. Cari dan buat aktifitas lain yang membuatnya tetap bugar walau sambil bermain. Seperti pilihan bermain di dalam ruangan bersama teman di rumah

  1. Lakukan bertahap untuk memulai berpuasa

Biasanya anak akan mulai mengeluh lapar atau haus saat jamnya bermain. Sekitar jam 9-10 adalah jam rawan anak untuk kebutuhan makan atau minum. Bila anak betul-betul terlihat lemas secara fisik, maka ijinkan ia untuk berbuka. Namun bila tidak, berikan semangat padanya untuk melanjutkan hingga azan zuhur. 

  1. Puasa-berbuka-puasa

Saat anak sudah betul-betul tidak kuat untuk melanjutkan berpuasa, maka ijinkan ia untuk segera berbuka. Tawarkan kembali untuk belajar melanjutkan puasanya hingga waktu sholat berikutnya. Lalu tambah lagi keesokan harinya dengan memperpanjang waktu berpuasa.

  1. Libatkan anak saat proses menyediakan menu berbuka

Menyediakan menu berbuka adalah kegiatan yang paling seru untuk anak-anak. Sekalipun ia sudah berbuka kemudian melanjutkan untuk berpuasa. Ajak ia untuk terlibat menyiapkan menu berbuka. Mulai dari hal sederhana, menyiapkan bahan-bahan seperti sirop untuk es buah, menuangkan sirop ke dalam minuman pembuka, menata kurma di meja, menyusun gelas dan piring. Melibatkannya walau sesaat akan menjadi penyemangat baru bahwa saya juga berpuasa seperti yang lain loh.

  1. Ceritakan seperti apa adab Rosululah berbuka

Saat berbuka adalah saat yang dinanti anak-anak. Disitulah kita bisa memasukkan nilai-nilai agama pada mereka. Ceritakan bagaimana adab Rosul saat berbuka puasa yang tak hanya berdoa tapi mendahulukan makan tiga buah kurma dan air putih bukan es sirop kesukaan adik. Yup, kadang melihat warna dan segarnya es sirop atau pun es buah membuat kita ingin segera meminumnya. Inilah saat yang tepat kita mengenalkan cara rosul berbuka puasa. Es sirop kesukaan adik bisa diminum setelah sholat magrib berjamaah misalnya.

  1. Apresiasi apa yang telah anak lakukan hari itu

Ya, dengan mengapresiasi artinya Anda mengakui bahwa anak Anda hebat telah berhasil melalui proses belajar berpuasa di hari pertama. Pertahankan proses penguatannya di hari-hari berikutnya. Apresiasi tak harus dalam bentuk barang kok. mengumumkan kehebatannya di depan seluruh anggota keluarga kalau hari itu ia hebat karena sudah berpuasa dan membantu menyiapkan menu berbuka, sudah cukup membuatnya melangit.

Cara di atas tentu saja dilakukan untuk anak pra sekolah atau SD level bawah ya. Sesuaikan saja dengan tingkat kemampuan anak saat belajar berpuasa. Namun menjadikannya bahwa berpuasa itu asyik akan membuat anak siap melanjutkan proses pembelajaran berikutnya di luar sekedar menahan lapar dan haus.

Selamat berpuasa

paudqunuraini@gmail.com

paud.alquran.nuraini

paud alquran nuraini

0857 7000 3098

Buka 08.00 WIB
Tutup 12.00 WIB

Copyrights © 2022 Template by LavareDesign.com

Santri PAUDQu Nur’aini Unjuk Kebolehan dalam Panggung Al-Qur’an

Santri PAUDQu Nur'aini Unjuk Kebolehan dalam Panggung Al-Qur'an

Panggung Al-Qur’an merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh DPC IPPAQI (Ikatan Pendidik PAUD AL-Qur’an Indonesia) kota Depok. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembelajaran menemu-kenali potensi santri yang ada. Mulai kemampuan dari gerak, mars/lagu dan seni, hafalan surat pendek, hafalan hadits, hafalan doa harian, adzan, praktek sholat, daiqu (dai cilik) hingga mewarnai. Panggung AL-Qur’an menjadi wadah unjuk kemampuan dan keberanian untuk berkompetisi dengan lingkungan yang lebih luas lagi. 

Kegiatan ini dilaksanakan secara berjenjang. Mulai dari tingkat kecamatan, tingkat kota, provinsi hingga nasional. Di PAUDQu Nur’aini sendiri, seluruh santri wajib mengikuti kegiatan ini. Pemilihan kategori Panggung Al-Qur’an tentu saja harus dilihat dari berbagai sisi, salah satunya kemampuan dan kesiapan santri untuk berkompetisi. Pada hari Sabtu, 13 Desember 2025 lalu, PAUDQU Nur’aini berhasil menjuarai beberapa kategori tingkat kecamatan Pancoran Mas yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai PAUDQu. Berikut ini perolehan unjuk kemampuan santri PAUDQu Nur’aini yaitu :

  1. Juara 1 lomba praktek sholat
  2. Juara 1 lomba hafalan surat pendek
  3. Juara 1 lomba hafalan doa harian dan artinya
  4. Juara 1 lomba DaiQu
  5. Juara 2 lomba DaiQu
  6. Juara 3 lomba DaiQu
  7. Juara 2 lomba adzan
  8. Juara 2 lomba paudqu suara
  9. Juara 2 lomba hafalan surat pendek
  10. Juara 3 lomba hafalan surat pendek
  11. Juara 3 lomba adzan
  12. Juara 3 lomba hafalan doa harian
  13. Juara 3 lomba mewarnai
  14. Juara harapan 1 lomba hafalan hadits
  15. Juara harapan 1 lomba mewarnai
  16. Juara harapan 1 lomba paduan suara
  17. Juara harapan 2 lomba mewarnai
  18. Juara harapan 3 lomba mewarnai

bisa dilihat juga di sini

Santri yang juara 1 melanjutkan kompetisinya ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu mengikuti perlombaan ke tingkat kota Depok. Panggung Al-Qur’an tingkat kota Depok digelar hari ini, 7 Februari 2026 di Cilodong. Diikuti oleh peserta juara 1 dari setiap perwakilan kecamatan. Semua peserta berlaga mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya. Kegiatan ini dibuka oleh KASI PAKIS KH Sholahudin Al Ayubi, S.Ag., M.Ag. Beliau mendukung upaya IPPAQI dalam menyelenggarakan kegiatan positif bagi anak usia dini di tengah-tengah masyarakat. Penyematan nomor peserta secara simbolik menjadi tanda dimulainya Panggung Al-Qur’an.

Panggung Al-Qur’an kali ini adalah kali ketiga dilaksanakan oleh IPPAQI kota Depok. Dan ketiga kali ini juga PAUDQu Nur’aini ikut serta dalam prosesnya. Tiga mata lomba berhasil mendapatkan posisi lima besar. Berikut ini kategori kejuaraannya :

  1. Juara 1 DaiQu Putra
  2. Juara 3 DaiQu Putri
  3. Juara 3 lomba praktek sholat
  4. Juara Harapan 2 lomba hafalan surat pendek Putra

Selamat kami ucapkan kepada seluruh santri yang telah menyelesaikan tantangan dan kompetisi hari ini. Semua adalah peserta terbaik dengan dukungan penuh dari orang tua.

Bagi juara 1 di semua mata lomba, siap berlaga di tingkat provinsi Jawa Barat April 2026 mendatang di Kabupaten Cianjur. Insya Allah. Cek di sini  ya untuk informasi tambahannya. (IK)

7 Adab Berteman yang Harus diajarkan kepada Anak




7 Adab Berteman yang Harus Diajarkan Kepada Anak


Aku ga mau salim.” kata adik saat temen Bunda datang berkunjung ke rumah.

“Kak, itu teman-tamannya sudah dikasih air minum belum?” 

“Dik, tadi sudah pamit kan sama bundanya?”

Pernah punya pengalaman seperti itu kah, Ayah Bunda? Ya. anak-anak saat berkumpul kadang belum mengerti apa yang baik untuk dilakukan terhadap sesamanya. Belum faham betul mengapa kita harus menghormati tamu, menghargai teman, sekalipun hanya menyuguhkan air minum. Banyak hal terkait adab bersosialisasi yang perlu kita kenalkan dan biasakan pada anak-anak.

Kadang kita, mungkin harus berkaca. Pernah kah merenung sejenak, bagaimana cara kita memperlakukan teman kita sendiri ? Baik saat ada anak bersama kita ataupun tidak. Bagaimana saat tiba-tiba kedatangan teman ke rumah, bagaimana kita menerima mereka?

Kami jadi teringat nasihat imam Al Ghazali terkait adab berteman. Adab berteman yang disampaikan beliau terlihat sepele tapi dalam makna dan efeknya. Maka wajar kalau pembiasaan itu amat diperlukan, termasuk untuk diri kita sendiri. Berikut ini tujuh adab dasar berteman yang perlu dikenalkan pada anak dan keluarga:

  1. Menunjukkan perasaan gembira ketika bertemu

Ada hadist ‘arba’in yang sangat kita kenal terkait senyum adalah sodaqoh.

(تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ صَدَقَةٌ (رواه الترمذى

“Senyum manismu dihadapan saudaramu adalah shadaqah” (HR. Tirmidzi) 

Bayangkan saja saat kita sendiri bertemu dengan teman dan ia menerima kita dengan senyum gembira, tentu rasa itu akan menular bukan? Bahagia itu menular. Ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Prof Edward Tronick harvard University. Beliau menemukan bahwa seorang anak sekalipun masih batita, mampu menangkap bahasa tubuh orang yang ada di sekitarnya. Sehingga akan mempengaruhi proses komunikasi. Walau hanya bahasa tubuh yang dimunculkan, anak mampu menangkap sinyal baik dan buruk yang ditampakkan.

  1. Mendahului mengucap salam

Saat kita bertemu dengan orang lain, dahulukan dengan mengucapkan salam. Saat mengajak anak, minta ia untuk mengikuti apa yang kita lakukan. Seperti bagaimana bahasa tubuh kita saat bertemu orang, atau bagaimana saat bertemu orang lain, mendahului orang lain untuk mengucap salam. Terlebih lagi orang yang lebih muda mengucapkan salam kepada yang lebih tua. Seperti yag telah Rosul ajarkan pada kita, dalam hadist yang diriwayatkan oleh 

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Hendaklah salam itu diucapkan yang muda kepada yang tua, yang berjalan kepada yang duduk, dan yang sedikit kepada yang banyak.” [Muttafaqun Alaihi]. 

Menurut riwayat Muslim: “Dan yang menaiki kendaraan kepada yang berjalan.”

  1. Ramah ketika duduk dan bercengkrama

Saat duduk bersama tentu akan semakin menyenangkan bila saling bercengkrama, tak ada jarak di antara teman. Lepas saling bercerita dan berbagi pengalaman. Jangan lupa, bagi anak-anak perlu dijelaskan juga terkait batasan pergaulan antara lawan jenis ya.

  1. Melepas teman dengan berdiri saat berpamitan

Ini terlihat sepele. Namun tentu akan berbeda rasanya saat kita berpamitan dengan tuan rumah, dan dilepas dengan senyum plus diantar hingga gerbang pintu. Maka lakukan hal serupa bila kita ingin dihormati dan diperlakukan yang sama. Kenalkan dan ajarkan anak-anak untuk melakukan hal sederhana ini yuk.

  1. Memperhatikan saat teman berbicara dan tidak mendebat di saat berbicara

Memberikan kesempatan orang lain ketika berbicara. Menyimak tak hanya mendengarkan  sama seperti menghargai orang lain. Menghormati orang lain melalui komunikasi. Yang menarik adalah terkait berdebat ini Rosulullah pun mengingatkan dalam hadistnya imam Bukhori Muslim bahwa orang yang paling dimurkai Allah adalah orang yang selalu mendebat. Artinya mendebat tanpa ilmu atau dengan cara yang bathil. Demikian juga bila kita merasa berada di pihak yang benar, hindari perdebatan. Karena debat itu akan mendatangkan emosi, amarah dan buruk sangka terhadap orang lain. Simak hadis berikut ini, 

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

“Saya memberikan jaminan rumah di pinggir syurga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Saya memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kedustaan walaupun dia bercanda. Saya memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang membaguskan akhlaqnya.” (HR Abu Daud)

Jadi, masih meragukan kah akan jaminan yang langsung diberikan oleh baginda Nabi kita?

  1. Menceritakan hal-hal yang baik

Salah satu cara terbaik ketika berteman dan mengeratkannya adalah dengan menceritakan hal baik. Menceritakan kebaikan teman kita. Karena hal ini mampu menjaga hubungan pertemanan menjaga silaturahmi dengan orang lain. Kalau pertemanan antar kita, ibunya, sudah baik, bukan tidak mungkin hubungan pertemanan antar anak kita pun semakin baik dan dekat bagai saudara.

  1. Tidak memotong pembicaraannya dan memanggil dengan nama yang disenangi

Pernahkah s kita ngrasain saat berbicara kemudian dipotong pembicaarannya dengan orang lain? Bagaimana rasanya? Jengkel? Sebel? Marah? Keki?. Seperti itulah yang dirasakan bila kita memotong pembicaraan orang lain. Beri teman kita kesempatan untuk menyelesaikan pembicaraannya. Ini mungkin sedikit sulit bila dilakukan oleh anak-anak. Karena biasanya, anak-anak kalau diminta bercerita, mereka akan berebut. Saat seperti itulah sebetulnya kita bisa masuk menanamkan akhlaq berbicara dengan orang lain. Dan jangan lupa, anak adalah peniru ulung, berikan contoh yang baik dan benar pada anak.

Demikian juga terkait panggilan yang disenangi. Memberikan panggilan yang sifatnya merendahkan orang lain sangat tidak disarankan, bahkan sebaiknya dihindari. Secara psikologis bila dipanggil dengan panggilan tidak baik akan merusak mentalnya dan yang paling parah adalah bisa menjadi doa. Ingatkah bahwa Allah itu sesuai dengan prasangka hambanya?

Islam begitu memperhatikan bagaimana adab harus diutamakan dalam keseharian. Rosulullah membutuhkan 30 tahun untuk mengajarkan adab terlebih dahulu pada para sahabatnya. Baru kemudian mengajarkan ilmu. Ini artinya bahwa betapa mendahulukan adab itu adalah sangat penting, sesuatu yang tidak bisa instan. Perlu dilakukan berkali-kali, berulang hingga mendarah daging. Mengenalkan dan membiasakan adab yang baik sejak anak masih kecil, tentu akan jauh lebih mudah dari pada mengenalkannya saat sudah dewasa. Jadi lakukan sekarang. Lakukan bersama dalam memperbaiki adab di rumah dan di lingkungan terdekat. Belajar selalu kepada para ahlinya. Dan minta petunjuk dari Allah untuk selalu didekatkan dengan orang-orang yang sholih.

Hanya Allah lah tempat kita berlindung. (IK)

Kutipan :

  1. almanhaj.or.id
  2. rumaysho.com
  3. muslim.or.id 

Penyusunan Metode Baca Al-Qur’an Milik Negara

Kemenag Matangkan Penyusunan Metode Baca Al-Qur’an Milik Negara, Direktur Pesantren Tegaskan Tidak Menggugurkan Metode yang Ada

Jakarta (Kemenag) — Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pesantren terus mematangkan penyusunan metode baca Al-Qur’an yang akan menjadi rujukan nasional milik negara, melalui pertemuan penyusunan lanjutan yang digelar pada Rabu (28/1/2026), sebagai ikhtiar menghadirkan alternatif metode pembelajaran Al-Qur’an yang inklusif, khas Indonesia, dan memperkaya khazanah keilmuan yang telah berkembang di tengah masyarakat.

Direktur Pesantren Kementerian Agama RI Basnang Said, menegaskan bahwa penyusunan metode baca Al-Qur’an ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan ataupun menggugurkan metode-metode yang sudah ada dan berkembang selama ini, melainkan sebagai tambahan referensi keilmuan yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas.

“Metode baca Al-Qur’an yang sedang kita susun ini bukan untuk mengakuisisi atau meniadakan metode yang sudah ada. Ini adalah ikhtiar negara untuk menghadirkan satu metode tambahan sebagai wacana keilmuan, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam mengajarkan dan mempelajari Al-Qur’an, khususnya bagi anak-anak,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pertemuan tersebut diharapkan menjadi tahapan penyusunan terakhir sebelum rancangan metode tersebut disiapkan dalam bentuk draf utuh dan selanjutnya diperkenalkan kepada publik melalui forum uji publik atau diskusi terbuka.

“Insya Allah, setelah susunan ini rampung, kita siapkan drafnya. Berikutnya akan kita buka ruang dialog dengan masyarakat, bisa melalui uji publik atau forum pengenalan program, agar masyarakat mengetahui bahwa Kementerian Agama tengah menyusun metode baca Al-Qur’an yang bermanfaat dan terbuka terhadap masukan,” ujarnya.

Direktur Basnang menambahkan, penyusunan metode ini melibatkan berbagai unsur pakar dan praktisi Al-Qur’an, termasuk Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, guna memastikan kualitas, ketepatan, dan kesesuaian dengan kaidah keilmuan Al-Qur’an serta tradisi keislaman Nusantara.

“Kami ingin metode ini benar-benar kokoh secara keilmuan, khas Indonesia, dan merepresentasikan praktik Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang hidup di tengah masyarakat. Karena itu, masukan dari para kiai, ulama, dan masyarakat sangat kami harapkan,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Qur’an Direktorat Pesantren Kemenag RI Azis Syafiuddin, dalam laporannya menyampaikan bahwa forum ini merupakan bagian dari ikhtiar berkelanjutan Kementerian Agama untuk menghadirkan metode pembelajaran Al-Qur’an yang dimiliki negara dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah tokoh dan pemateri, di antaranya Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an K.H. Abdul Aziz Sidqi, K.H. Syaifullah Maksum, Ketua Umum DPP IPPAQI Mujibun, serta Sekretaris IPPAQI Indah Wahyuningsih, yang memberikan pandangan, masukan, dan penguatan keilmuan terhadap arah penyusunan metode baca Al-Qur’an dimaksud.

Melalui penyusunan metode ini, Kementerian Agama berharap dapat memperkaya bahan ajar Al-Qur’an di Indonesia serta memperkuat peran negara dalam mendukung pendidikan keagamaan yang moderat, inklusif, dan berakar pada tradisi keislaman Nusantara.(RK)

Kumpulan Doa Orang tua untuk Anak



Delapan DOA ORANG TUA UNTUK ANAKNYA

  1. Doa Agar Anak Beriman Dan Bertakwa

رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٖ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا

 “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (Qs.al-Furqon : 74)

 

      2-  Doa Agar Anak Menjadi Sholeh Dan Sholehah

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا أَوْلَادًا صَالِحِيْنَ حَافِظِيْنَ لِلْقُرْآنِ وَالسُّنَّةِ فُقَهَاءَ فِى الدِّيْنِ مُبَارَكًا حَيَاتُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ

 “Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami anak yang sholih sholihah, orang-orang yang hafal Al-Qur’an dan Sunnah, orang-orang yang faham dalam agama dibarokahi kehidupan mereka didunia dan di akhirat”

 

  1. Doa Agar Anak Berbakti Kepada Orang Tua

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَوْلَادِي وَلَا تَضُرَّهُمْ وَوَفِّقْهُمْ لِطَاعَتِكَ وَارْزُقْنِي بِرَّهُمْ

“Ya Allah berilah barokah untukku pada anak-anak ku, janganlah Engkau timpakan mara bahaya kepada mereka, berilah mereka taufik untuk taat kepadaMu dan karuniakanlah aku rezeki berupa bakti mereka”.

 

  1. Doa Agar Anak Menjadi Pintar, Solih dan Mushlih

اَللَّهُمَّ امْلَأْ قُلُوْبَ أَوْلَادِنَا نُوْرًا وَحِكْمَةً وَأَهْلِهِمْ لِقَبُوْلِ نِعْمَةٍ وَاَصْلِحْهُمْ وَاَصْلِحْ بِهِمُ الْأُمَّةَ

“Ya Allah, penuhilah hati anak-anak kami dengan cahaya dan hikmah, dan jadikan mereka hamba-hamba-Mu yang pantas menerima nikmat, dan perbaikilah diri mereka dan perbaiki pula umat ini melalui mereka.”

 

  1. Doa Agar Anak Memiliki Pemahaman Agama Yang Benar

اَللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِى الدِّيْنِ وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيْلَ

“Ya Allah, berikanlah kefahaman baginya dalam urusan agama, dan ajarkanlah dia ta’wil (tafsir ayat-ayat al-Qur’an)” (HR.Bukhari)

 

  1. Doa Agar Anak Sehat, Cerdas Dan Bermanfaat Ilmunya

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً وَعَاقِلًا حَاذِقًا وَعَالِمًا عَامِلًا

“Ya Allah, jadikanlah ia anak yang sehat sempurna, berakal cerdas, dan berilmu lagi beramal”

 

  1. Doa Agar Anak Diberikan Perlindungan Oleh Allah Swt

أُعِيْذُهُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

“Aku memohon perlindungan baginya (sebut nama anak) dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu serta dari pandangan mata buruk”. (HR. Abu Daud 3371, dan dishahihkan al-Albani, diriwayatkan pula oleh Bukhari dan Tirmidzi)

 

  1. Doa Ishlah (perbaikan) dan Keberkahan

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا فِي أَئِمَّتِنَا وَجَمَاعَتِنَا وَأَهْلِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَأَمْوَالِنَا وَفِيمَا رَزَقْتَنَا وَبَارِكْ لَنَا فِيهِمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

“Ya Alloh perbaikilah untuk kami pemimpin-pemimpin kami, jama’ah kami, keluarga kami, pasangan-pasangan kami, anak-anak keturunan kami, harta-harta kami dan di dalam  (rizqi) yang engkau berikan kepada kami dan berilah kami kebarokahan dalam urusan mereka di dunia dan akhirat”

Belajar Adab Kepada Allah dari Keluarga Imron



Belajar Adab dari Keluarga Imron

 

Keluarga Imran bukan keluarga Nabi tapi keluarga yang disejajarkan pada kualitas keluarga Nabi,- Ustdz Euis Sufi Jatiningsih

Pagi ini Depok-Bogor cerah banget. Bertambah cerah karena langsung mendapat siraman kalbu yang menyejukkan dari ustadzah Euis via zoom. Menyejukkan karena banyak pesan penting yang perlu digaris bawahi dan dipraktekkan terkait apa yang beliau sampaikan. 

Ayat yang dikupas pagi ini tuh menjelaskan bagaimana cara Allah mendidik kita melalui kisah keluarga Nabi dan keluarga pilihan-Nya untuk kita contoh. Banyaaak sekali insight tentang bagaimana seharusnya kita belajar mentauladani dan sekaligus menjadi tauladan untuk orang lain. Catat satu-satu sebagai pengikat ilmu biar bisa dibaca dan dipahami berulang sebagai pengingat. Bismillah.

Ayat ‘Pembuka’

Belajar adab kepada Allah dari keluarga Imran adalah judul yang menarik untuk disimak buat para orang tua. Dalam kajian kali ini kita akan belajar bareng tentang Qs Ali Imron dan Qs Maryam.  Nama yang diabadikan dalam al qur’an pasti menyimpan banyak hikmah di dalamnya. 

Dibuka dengan Qs Ali Imron : 33

اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰىٓ اٰدَمَ وَنُوْحًا وَّاٰلَ اِبْرٰهِيْمَ وَاٰلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعٰلَمِيْنَۙ

“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala umat pada masa masing-masing”

  1. Kata اصْطَفٰىٓ

Huruf طَ pada kata اصْطَفٰىٓ memiliki arti memilih yang tidak sembarangan memilih. Memilih yang sudah melalui proses panjang dengan melihat banyak indikator penilaian. Berarti makna dalam kalimat pertama di ayat 33 ini adalah bahwa Allah tuh bener-bener memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imron loh karena mereka adalah keluarga hebat yang patut dijadikan contoh oleh orang-orang setelahnya.

  1. Mengapa yang dipilih-Nya adalah nabi Adam AS?

Nabi Adam adalah manusia pertama yang ada di muka bumi sehingga dipilih karena penciptaan dan hadirnya yang sangat spesial. Menjadi manusia yang kemudian ‘melahirkan’ manusia lainnya.

  1. Mengapa yang dipilih-Nya adalah nabi Nuh AS?

Pernah tahu kisah banjir besar saat zaman nabi Nuh ? Yes, saat itu Allah telah musnahkan manusia yang tidak taat pada-Nya kecuali yang selamat yang berada dalam perahu nabi Nuh AS saja. Nabi Nuh AS dipilih karena terciptanya kembali peradaban manusia baru setelah berlalunya banjir besar. Sebuah peristiwa luar biasa dalam proses hingga sebab akibat ketika beliau berdakwah kepada para masyarakat. Termasuk ketika berdakwah kepada keluarga nabi Nuh AS sendiri.

  1. Mengapa yang dipilih-Nya adalah nabi Ibrahim?

Dipilihnya oleh Allah langsung karena kualitas keluarga nabi Ibrahim AS. Sebut saja :

  1. Saat Ibrahim melawan kedzaliman di masyarakat saat mereka menyembah patung berhala.
  2. Keimanan Ibrahim pun diajarkan kepada istrinya hingga sang Istri pun sabar luar biasa karena belum kunjung hadirnya keturunan. 
  3. Ketaatan dan kesabaran luar biasa Ibrahim berbuah manis, Ismail lahir dari rahim istrinya. Namun lagi-lagi Allah mengujinya agar Ibrahim meninggalkan istri dan Ismail bayi di daerah panas, terik, tanpa penduduk dan persediaan makanan minuman yang kurang memadai.
  4. Lulus dari perintah meninggalkan anak istri, Ibrahim mendapatkan perintah untuk memenggal atau menyembelih leher Ismail, anak yang dinanti-nantikan selama puluhan tahun. Tak hanya Ibrahim dan istrinya yang taat atas perintah Allah, Ismail kecil malah menguatkan ayahnya Ibrahim, untuk mentaati apa yang telah Allah perintahkan. Masya Allah ya. Hingga akhirnya Allah memerintahkan untuk mengganti penyembelihan itu dengan domba.

Dari cerita kesabaran dan ketaatan nabi Ibrahim ini, mampu menularkan pada istri dan anaknya untuk melakukan hal yang sama. Nabi Ibrahim berhasil menanamkan hal baik yang paling mendasar kepada keluarga. Yaitu mentaati tanpa tapi atas apa yang diperintahkan Allah.

Bagaimana dengan keluarga kita bila mendapatkan ujian seperti itu? 

  1. Mengapa yang dipilih-Nya adalah keluarga Imron?

Ada keistimewaan apa sih dalam keluarga Imran sampai-sampai Allah ceritakan dan mensejajarkannya dengan cerita keluarga para nabi di atas?

Oke, dari sini catatan kami ternyata sampai tiga dua lembar bolak balik. Masya Allah. Kita mulai dari mengapa yaa

Mengapa Allah memilih keluarga Imron disebutkan dalam al quran dan sejajar dengan keluarga para Nabi di atas tadi?


1. Silsilah keluarga dan keturunan yang berkualitas

Kami merangkum dari yang mudah untuk diingat dulu ya. Bahwa tak hanya berhenti di keluarga Imran semata yang memang patut dijadikan tauladan bagi kita semua. Taapi, kualitas seluruh keluarga Imran, saudara dan keturunannya itu juga yang akhirnya menjadikan keluarga Imran layak disejajarkan dengan kualitas keluarga para nabi.

Kita bicara dari silsilah dulu ya sebelum ke akhlaq keluarga Imran dan keturunannya.

Istri Imron yang bernama Hannah mengandung Maryam.

Maryam melahirkan seorang utusan Allah yang bernama Isa AS.

Nabi Zakaria AS adalah adik iparnya Hannah karena nabi Zakaria menikah dengan adiknya Hannah. Jadi nabi Zakaria itu tuh om nya Maryam. 

Nabi Yahya AS adalah anak nabi Zakaria AS alias sepupunya Maryam. Masya Allah ya, keluarga shalih bener ya.

Akhlaq Hannah-Istri Imron

  1. Hannah yang Visioner dan Fituristik

Saat Imran tahu bahwa Hannah, istrinya, sedang mengandung, Imran senang bukan kepalang. Namun Allah berkehendak lain, Imran tak bisa melihat anaknya lahir. Hannah mengandung dalam kondisi sudah tidak ada suami di sisinya lagi. Imran meninggal dunia saat Hannah mengandung.

Namun Hannah tak larut dalam kesedihan. Dalam QS: Ali Imran : 35

اِذْ قَالَتِ امْرَاَتُ عِمْرَانَ رَبِّ اِنِّيْ نَذَرْتُ لَكَ مَا فِيْ بَطْنِيْ مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ ۚ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Ingatlah ketika istri Imran berkata, “ya Tuhanku, sesungguhnya aku bernazar kepada Mu, (janin) yang ada dalam kandunganku (kelak) menjadi hamba yang mengabdi (kepada Mu). Maka terimalah (nazar itu) dariku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar Maha Mengetahui.”

Dalam kondisi mengandung, Hannah sudah memikirkan dan bercita-cita bahwa anaknya yang sedang dikandung ini akan ia didik untuk menjadi seorang ahli ibadah dan berdiam dalam mihrab-masjid. Sudah punya pandangan ke depan akan anak yang belum lahir, mau dididik seperti apa. Sesuatu yang belum pernah ditemukan dalam masyarakat yang ada kala itu.

==========================================================

Belajar Perbedaan Kosa Kata

Oia, kita belajar penjelasan kata baru lagi dari ustadzah yuk. 

Perbedaan   زَوْجَهٗۗ dan امْرَاَتُ

Dalam surat di atas, Allah menggunakan kata امْرَاَتُ  bukan زَوْجَهٗۗ. 


Bukannya Hannah adalah istri sholihah yang sudah menikah dengan suami yang sholih? Lihatlah dalam QS at Tahrim:10 Allah menyebutkan kata امْرَاَتُ untuk istri nabi Luth dan istri nabi Nuh yang durhaka kepada suami dan mengingkari ajaran-Nya. Allah juga menggunakan kata امْرَاَتُ saat menyebutkan istri fir’aun.

Dalam QS al Anbiya: 90 Allah menyampaikan tentang berita gembira bahwa istri nabi Zakariya AS telah mengandung. Dan di ayat itu menggunakan kata زَوْجَهٗۗ bukan امْرَاَتُ. 

Ternyata ya,

Makna dari امْرَاَتُ itu ada dua.

Yang pertama untuk istri-istri yang tidak seiman atau sefikroh dengan suaminya (seperti kondisi istri nabi Nuh, istri nabi luth dan istri Fir’aun).

Yang kedua bermakna pasangan yang memiliki kondisi tidak sempurna-mandul, secara anatomi tubuhnya tak sempurna sehingga sulit hamil atau tidak memiliki anak. Termasuk dengan tidak lengkapnya sebagai pasangan seperti Imran yang sudah meninggal sedangkan Hannah masih hidup dalam kondisi mengandung. Maka Allah menyebutnya امْرَاَتُ .

Sedangkan زَوْجَهٗۗ Allah sebutkan ketika istri nabi Zakaria hamil (QS al Anbiya : 90), kondisi fisik sempurna hingga bisa mengandung/hamil. Sedangkan di QS Maryam:5 disebutkan saat itu istri nabi Zakaria dalam kondisi mandul-sulit untuk hamil, menggunakan kata امْرَاَتُ . Juga  زَوْجَهٗۗ bermakna pasangan lengkap, masih ada, yang saling menyayangi satu sama lain. Seperti di Qs al  Baqarah:35.

Wallahu a’lam bish showab

Masya Allah ya, mu’jizatnya al quran luar biasa. Dilihat dari sisi katanya saja juga mengandung makna yang khusus lagi dalam.

==========================================================

3. Ucapan dan doa Hannah yang Allah sebutkan kembali dalam wahyu-Nya.

Qs Ali Imron: 37

فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ اِنِّيْ وَضَعْتُهَآ اُنْثٰىۗ وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْۗ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْاُنْثٰى ۚ وَاِنِّيْ سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَاِنِّيْٓ اُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ

Maka ketika melahirkannya, dia berkata, “Ya Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan.” Padahal Allah lebih tahu apa yang dia lahirkan, dan laki-laki tidak sama dengan perempuan. ”Dan aku memberinya nama Maryam, dan aku mohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari (gangguan) setan yang terkutuk.”

Disebutkan juga dalam ayat itu bahwa Hannah sendirilah yang memberikan nama bagi bayinya, Maryam. Sesuatu yang tidak pernah ada di zaman itu. Biasanya yang memberikan nama anak itu adalah bapaknya, bukan ibunya.

Akhlaq dan adab nabi Zakaria AS ketika berdoa

  1. Meminta dengan bersungguh-sungguh, lembut namun tegas

Dalam Qs Maryam : 3 diceritakan bagaimana cara nabi Zakaria yang telah berusia 85 tahun itu memohon dan berdoa pada Allah. Memohon dengan bersungguh-sungguh banget (نِدَاۤءً), menggunakan diksi yang tegas namun suara yang lembut (خَفِيًّا)

  1. Yakin dan berserah diri atas apa pun hasil dari doanya

Nabi Zakaria berdoa dengan yakin dan bersungguh-sungguh bahwa Allah akan mengabulkan permintaannya. Namun beliau pun sudah menanamkan dalam hati bahwa ia tak akan kecewa apapun yang akan Allah tetapkan nanti. Ini tantangan banget buat kita ya.

Ingat kah tentang penjelasan tentang dikabulkannya doa ya.

  1. Allah akan mengabulkan sesuai apa yang kita minta dalam doa
  2. Doa kita akan dikonversi atau diganti dengan sesuatu yang terbaik menurut Allah.
  3. Doa kita akan ditangguhkan. Dikabulkan nanti di akhirat. Tentu saja Allah Maha Tahu, mungkin kalau dikabulkan sekarang di dunia, kita akan menjadi manusia yang sombong dan seterusnya. 

Karakter Yahya bin Zakaria

  1. Berkah seorang anak yang diberikan banyak kesholihan

Karena adab dan kesabaran nabi Zakaria dalam menanti istrinya hamil serta tercurahkannya seluruh hidupnya untuk mendidik Maryam selama ada di mihrab, maka doa nabi Zakaria agar mendapatkan keturunan pun terkabul. Tak ada yang tak mungkin, di usia nabi Zakaria yang menginjak usia 85 tahun masih bisa mendapatkan berkah seorang anak. Yahya namanya. Lahir dari ayah dan ibu yang sangat bersabar dalam menanti hadirnya Yahya.

  1. Yahya diberikan hikmah sejak kecil
    Hikmah itu pengertian sederhananya adalah pemahaman akan ilmu yang sangat mendalam, yang membuat perkataannya diikuti banyak orang. Diberi pemahaman lebih walau usianya masih kanak-kanak.
  2. Yahya itu anak yang lembut dan santun banget (حَنَانًا)
  3. Yahya itu anak yang berhati bersih dari dosa (زَكٰوةً), aqidahnya tulus dan taqwanya permanen (تَقِيًّا). Berbakti kepada orang tua, orang yang ga pernah sombong dan bermaksiat serta mendapatkan tiga keselamatan langsung dari Allah. Keselamatan selama di rahim ibunya, keselamatan selama hidup/setelah dilahirkan dan keselamatan di akhirat pun sudah dijamin Allah. 

Masya Allah, bayangkan, kalau kita diberikan anak yang memiliki akhlaq seperi Yahya, masya Allah. Inilah buah kesabaran menanti buah hati, ketaqwaan tanpa tapi dan kesungguhan Zakaria saat mendidik dan menjaga Maryam selama di mihrab. Allah balas dengan balasan yang sempurna. Balasan hadirnya seorang anak bernama Yahya yang menjadi idaman semua orang tua akan akhlaqnya. 

Sekalipun Allah hanya menyebutkan sebanyak lima kali tentang nabi Yahya AS, namun kisah yang diangkat begitu dalam untuk kita tauladani.

Berkaca dari rentetan kebaikan keluarga Imran, maka memang betul dah, mengapa kemudian Allah mensejajarkan keluarga Imran itu sebagai keluarga yang memiliki kualitas sangat baik, seperti nabi Adam, Nuh dan keluarga Ibrahim.

Setelah membaca tulisan di atas, apa yang ingin segera kita perbaiki mulai saat ini?

Memperbaiki cara kita mendidik anak?

Mengenalkan pada anak bahwa tauladan dalam islam itu sangat banyak dan jauh lebih baik dari pada lainnya?

Adab dalam berdoa?

Kesabaran dalam menanti dikabulkannya doa?

Belajar berserah diri dan mentaati semua perintah-Nya tanpa tapi? 

Semoga Allah memberikan kita keteguhan hati dalam iman, ihsan dan islam, insya allah.


Sumber : tulisan alquran https://www.merdeka.com/quran

Cara Asyik Mengelola Gadget Pada Anak



Cara Asyik Kelola Gadget pada Anak


“ We may not be able to prepare the future for our children, but we can at least prepare our children for the future”
–Franklin D. Roosevelt–

Pengalaman dengan Gadget

Pernah merasakan rebutan gadget dengan anak?
Pernah merasakan sulitnya melarang anak untuk tidak terus menerus bermain gadget?
Pernah tahu rasanya bagaimana memanggil anak untuk melakukan sesuatu saat anak bermain gadget ?
Pernah terperangah tentang informasi yang anak peroleh ternyata didapat dari internet?
Pernah balik lagi ke rumah karena ketinggalan gadget?


Ya, gadget saat ini telah menjadi salah satu benda penting yang tak boleh tertinggal, nyaris harus selalu nempel kemana pun kita pergi. Lebih baik ketinggalan dompet dari pada ketinggal gadget, betul begitu ? Anak-anak kita hidup di era digital, sederhananya, si batita balita tuh ga perlu lagi dikenalin tutorial membuka dan menggunakan gadget. Klik tombol ini untuk itu, masuk ke sini nanti akan muncul seperti ini. Tekan ini untuk menggeser gambar. Ga perlu,  Kenapa? Aiih, mereka bahkan bisa lebih jago, lebih gape dan lebih mengerti how to nya dari pada kita. Tanpa perlu diajarkan, mereka mampu menjalankan prosedur penggunaan layar pintar. Mengapa bisa demikian?


Bayangkan, anak kita itu melihat bagaimana ayah dan ibunya tak pernah jauh juga dari gadget dalam kesehariannya. Gadget tak pernah jauh dari genggaman orang-orang yang ada di lingkungan terdekatnya. Di kamar, di ruang tamu bahkan saat berkendara bersama anak-anak pun, orang tua nyaris menggenggam gadget kesayangannya. Anak melihat bagaimana orang dewasa di sekitarnya menggunakan layar pintar itu. Menggeser ke kanan dan ke kiri, menekan tombol ini dan itu. Mereka melihat bahwa orang dewasa merasakan kesenangan tertentu saat menggunakannya. Kadang tertawa sendiri di depan gadgetnya, kadang bisa asyik sendiri dengan fasilitas yang ada di gadget. Mungkinkah ini yang membuat mereka benar-benar meng copy-paste, meniru apa yang kita lakukan?

Bisa jadi. Karena pada dasarnya anak adalah peniru ulung, otaknya belum mampu memilah mana yang memang baik dan mana yang tak boleh ditiru. Maka adalah benar, bahwa pendidikan itu berawal dari kita, orang tuanya, orang dewasa terdekat yang ada dan paling sering berada di sekelilingnya.


Sebuah survey yang dilakukan oleh  Commone Sense Media melaporkan bahwa ternyata 78% orang tua menjadi model anaknya dalam berteknologi, termasuk di dalamnya penggunaan gadget dan internet. Tak hanya itu,  survey itu bilang bahwa orang tua menghabiskan 9 jam sehari dengan gadgetnya bukan untuk mengerjakan sesuai dengan pekerjaan, namun untuk bermedia sosial, nonton dan main games! Maka wajar kalau kemudian anaknya pun bermain gadget hingga 6 jam sehari. Oia, Common Sense Media itu merupakan sebuah organisasi non profit yang mendedikasikan untuk kepentingan pendidikan dan mengadvokasi keluarga untuk sehat dalam berteknologi bagi anak-anak.

Gadget dan internet pun sudah menjadi satu paket yang sulit sekali dilepas. Internet itu sesuatu yang mengagumkan, ia bisa memberikan keuntungan tak terbatas.  Bayangkan bila anak-anak kita lepas pengawasan tanpa dibekali sesuatu untuk menghadapinya. Minimal kita memberikan bekal bagaimana memanfaatkan gadget dan internet dengan sehat. Mereka hidup di era serba digital, maka melarangnya bersentuhan dengan barang digital adalah sebuah kesalahan. Melakukan kerja sama yang baik untuk mengelolanya jauh lebih bijak. Lakukan bersama anak dengan membuat kesepatan akan jauh lebih bisa diterima dari pada melarangnya sama sekali untuk tidak bergadget ria.

#lapkeringetdah


Berikut ini cara-cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk mengelola gadget bersama anak-anak, selamat mencoba.

  1. Buat kesepakatan penggunaan gadget harian

Sebelum membuat kesepakatan. Buka dengan diskusi ringan beberapa hari sebelumnya, tentang gadget, efeknya bagi komunikasi di rumah dan sebagainya. Ceritakan mengapa kita perlu membuat kesepakatan bersama keluarga terkait penggunaan gadget. Karena namanya kesepakatan, maka semua anggota keluarga berhak memberikan pendapatnya serta wajib mematuhinya, termasuk, kita, orang tua. Contoh kesepakatan di rumah, tak ada gadget selama di meja makan, ruang keluarga, dalam kendaraan, di kamar dan saat kami berempat kumpul bersama. Berapa lama penggunaan gadget harian dan sebagainya bisa didiskuskan pada anggota keluarga.

gadget

  1. Ajarkan anak untuk menjaga dan menahan pandangan

Yuk, ajarkan anak untuk menjaga pandangan dan menjaga kemaluannya. Kalau kata bu Elly Risman, psikolog yang sangat aware dengan bahaya teknologi pada anak, jika otak sudah rusak, maka kemaluanmu tidak bisa dikendalikan. Coba tanyakan; bagaimana perasaanmu hari ini, Kak? Apa yang kakak suka tadi pagi? Kenapa kakak suka main pasir di teras? Gunakan pertanyaan terbuka untuk memancingnya bercerita. Membiasakan berdiskusi saat senang dan sedih dengan anak akan membuatnya bercerita pada kita begitu ia merasakan sesuatu.

  1. Letakkan PC atau komputer di ruang keluarga

Anak perlu tahu bahwa PC/leptop/tablet itu adalah barang milik bersama, maka meletakkannya di tengah keluarga artinya, anggota keluarga lain berhak menggunakan barang yang sama secara bergantian. Ssttt…. jangan lupa, arahkan layar PC ke arah yang bisa Anda lihat sambil lalu dari dapur atau saat berjalan menuju ruangan lain. Ini tantangan nih, karena kalau ruang tengah tidak nyaman bagi anak untuk menggunakan gadgetnya, anak akan berpindah ke kamar tidur yang kita sulit untuk mengawasinya.

  1. Dampingi saat anak-anak bermain game

Mendampingi anak bukan berarti kita harus duduk di sampingnya terus menerus selama anak bermain game. Namun mengedukasi sedikit demi sedikit mengenai konten permainan. Bisa juga loh melibatkan adiknya berbagi peran dalam bermain bisa menjadi bagian saat kita mendampingi mereka bermain. Akan tambah menarik kalau kita pun ikut MABAR, aybun, alias MAin BAReng anak. Pasti seru deh. Jangan lupa, sesekali ajukan pertanyaan saat anak bermain menggunakan gadget agar ia tetap ‘sadar’ bahwa ia berada di dunia nyata bersama kita.

  1. Arahkan pada aktifitas teknologi yang tepat guna

Saat kita sedang berdiskusi dengan keluarga, bila menemukan sesuatu yang sulit, kekurangan informasi, kita bisa mengajak dan melibatkan anak untuk mencari informasi yang dibutuhkan di internet bersama-sama. Memilih aplikasi yang tepat dan sesuai dengan kemampuan serta usia anak juga bisa menjadi alternatif. Jangan lupa untuk menguji coba dulu aplikasi itu sebelum dikenalkan pada anak. Kalau dirasa aman untuk kemampuan dan usia anak kita, maka berikan dengan waktu bermain sesuai kesepakatan. 

  1.    Imbangi dengan aktifitas bergerak

Berikan kegiatan lain tanpa bersentuhan dengan gadget. Ajak ke tempat atau taman bermain di mana mereka bisa bersosialisai sesungguhnya dengan dunia nyata. Sebuah penelitian di Amerika Serikat menyebutkan bahwa cara belajar terbaik bagi anak di bawah usia 3 tahun adalah belajar dari dunia nyata, bukan dengan cara menonton layar. Sebab otak mereka memerlukan latihan dan variasi kegiatan. Bila mendongeng atau belajar melalui layar, kaitkan segera dengan mencari benda dalam belajar on line itu di dunia nyata, untuk memaksimalkan pembelajaran dan keseimbangan dunia maya dan dunia nyata.

Penelitian lain untuk anak jelang baligh, melibatkan anak-anak selama lima hari tanpa layar ternyata membuat peningkatan yang lebih baik ketika memahami emosi orang lain. Mereka tahu bagaimana menyikapi orang lain dengan baik. Cerita mereka yang mengikuti lima hari tanpa layar ini sangat beragam, tapi ada satu benang merahnya, bahwa tanpa gadget ternyata jauh lebih menyenangkan karena mereka bisa berinteraksi langsung dengan teman sebaya. (buku media moms and digital dads karya Yalda T Uhis, MBA, Ph.D., hal. 71) 

  1. Up date  segala informasi teknologi sesuai dengan usia anak Anda

Apa yang sedang berkembang di lingkungan anak-anak sekarang, wajib kita ketahui. Bisa jadi, kita pun bisa bertukar informasi dengan anak-anak terkait situs-situs yang mengasyikkan untuk di akses bersama dengan aman. Sederhananya, minimal sejajarkan informasi kita dengan anak-anak mengenai informasi kekinian.

  1. Orang tua adalah panutan anak-anak

Ya, jadilah contoh yang baik bagi anak. Kesepakatan yang telah dibuat oleh keluarga, pastikan bahwa itu pun berlaku untuk ayah dan bunda. 

Ingatlah, bahwa kita tidak bisa menyiapkan masa depan untuk anak kita, tapi kita bisa menyiapkan anak-anak untuk masa depan. Teringat nasihat sahabat Nabi SAW bahwa didiklah anakmu sesuai dengan zamannya karena mereka hidup bukan di zamanmu. Ya, mereka hidup di zaman yang sangat berbeda 180 derajat dengan zaman saat kita seusia mereka kini. Mengenalkan dan mengajarkan mereka sesuatu yang sesuai dengan zaman mereka kelak membuat kita, orang tua, harus terus bergerak dan mau belajar untuk menemani mereka tumbuh dan berkembang.

Semoga Allah selalu menjaga anak-anak kita di mana pun berada. (IK)

Copyright © 2026 PaudQu Nuraini