Kisah 25 Nabi -Hard Cover

Buku bisa menjadi salah satu jembatan kita untuk menceritakan banyak hal pada anak. Menguatkan akhlaq dari cerita-cerita pilihan yang ingin disampaikan melalui gambar pada anak. Bahkan bagi anak yang belum mengenal huruf pun, buku dapat membantu menambah kosa kata anak, walau hanya dengan membaca gambar. Nah, buku kisah 25 Nabi yang ada di perpustakaan PAUDQu Nur’aini kali ini versi hard covernya. Sebanyak 20 halaman anak akan dimanjakan dengan ilustrasi menarik, penuh warna yang minim tulisan. Orang tua dan guru bisa berkreasi dalam membaca gambar bersama anak saat bercerita tentang Nabi di buku ini.

Penerbit pelangi mizan mengeluarkan seri kisah 25 nabi ini di tahun 2011. Namun cerita yang disampaikan dalam buku, tak lekang oleh waktu. Kondisi buku masih sangat baik sehingga masih terus bisa dimanfaatkan oleh santri PAUDQu Nur’aini hingga sekarang.

paudqunuraini@gmail.com

paud.alquran.nuraini

paud alquran nuraini

0857 7000 3098

Buka 08.00 WIB
Tutup 12.00 WIB

Copyrights © 2022 Template by LavareDesign.com

Seri 25 Nabi dan Rosul

“Kehebatan Nabi Sulaiman itu apa saja ya, Bun?”

Perkenalkan, buku mungil yang cocok dibawa travelling ini beneran paket komplit, loh. Bukunya hanya 10 X 10 cm saja. cukup untuk genggaman mulai anak usia tiga tahun. Seri cerita Nabi ini bukan hanya anak saja yang belajar, tapi juga orang tua pun mendapatkan pengetahuan tambahan tentang  kisah-kisah Nabi dan Rosul. Satu cerita Nabi satu buku dengan penuh warna, gambar menarik dan sedikit kalimat. Menariknya lagi, buku ini tersedia QR COde untuk Audio Road Aloud. Melihat ukuran buku ini sepertinya memang dirancang untuk kita yang kadang suka kebingungan saat anak rewel di perjalanan. Atau teman cerita malam hari di rumah jelang tidur.  

Cetakan pertama yang diterbitkan oleh penerbit Ziyadbooks ini muncul di tahun 2025 lalu. Kabarnya, buku baru naik cetak namun pre order sudah membludak. Seri 25 Nabi dan Rosul dikemas dengan satu kotak yang memudahkan kita untuk bisa dibawa kemana saja. Jangan khawatir sobek ya, karena kertasnya cukup tebal. Santri di PAUDQu Nur’aini juga paling suka baca buku mungil ini, mereka akan mulai berceloteh dengan membaca gambar yang ada di buku bersama teman-temannya. 

Ssttt….penerbit ziyadbooks ini memang sering banget menerbitkan buku-buku yang banyak kami rekomendasikan untuk dibaca. Keluarga Nur’aini, sudah punya bukunya kah?

paudqunuraini@gmail.com

paud.alquran.nuraini

paud alquran nuraini

0857 7000 3098

Buka 08.00 WIB
Tutup 12.00 WIB

Copyrights © 2022 Template by LavareDesign.com

Ensiklopedia Sepak Bola

“Buku adalah jembatan ilmu yang menghubungkan pengetahuan dan kehidupan nyata.” NN

Anak Anda suka main bola?

Atau pecinta pemain bola tertentu?

Anak Anda juga hafal nama pemain-pemain bola dalam dan luar negeri?

Paham istilah-istilah per-sepak bolaan juga ?

Suka nonton bola bareng ayah atau temannya saat pertandingan bola di televisi?

Rela ga  jalan-jalan demi nonton pertandingan bola di televisi?

Kalau pun jalan-jalan, di jam tayangnya, mereka makan di restoran, lalu streaming atau minta pemilik restonya mengganti channel  bola?

Daaaaan, sebagai emaknya, Anda ga paham apa yang mereka diskusikan saat ngomongin bola?

 

Ya Allah, maaak, sama banget sama saya kalau gituuu. *sambil ngekek guling-guling

—-

Emang dasar emak-emak yang ga suka bola, mau dijelaskan panjang kali lebar berkali-kali sama anak dan suami juga belum dong ya kaan. Masuk kuping kanan berusaha dicerna baik, eeh malah keluar kuping kiri. Itu masih mending lah ya, ada yang masuk informasinya. Akhirnya, ketemulah saya di kondisi yang ayahnya tugas luar dan di minggu itu berjajar jam tayang bola. Saya diminta nemenin si sulung nonton bola. Ok, nemeninnya ga masalah. Tapi horor kemudian datang, saat sepanjang hari, si sulung ngajak ngobrol soal per bolaan sama saya, manggut-manggut demi menghargai obrolannya. Yang bikin saya sedih adalah saya ga bisa ngimbangin diskusinya tentang bola. Ada pertanyaan-pertanyaan yang menurut saya sepele, tapi saya ga  bisa jawab. Misaaaal neh,

 

Bund, pelatih Tim (menyebut nama tim sepak bola luar negeri yang saya pun lupa), itu kenapa ngambil pemain bernama si A kan dia bagus ya,gocekannya *sambil menyebutkan nama gerakan bolanya, dia jago di situ, kok diganti sama si B yang *lagi-lagi menyebutkan istilah per sepak bolaan, kenapa ya, Bun?”

 

Dan pertanyaan seputar bola lainnya yang bikin saya gemes karena saya ga bisa ngimbangin diskusinya. Akhirnya saya cari buku yang super lengkap, yang bisa bantu saya, terutama, untuk jadi lawan diskusinya tentang bola saat ayahnya tugas luar. Kenapa saya memilih buku? Karena benda bersahabat yang bisa dibawa kemana-mana, yang siap saya ajak diskusi dan tanya-tinyi plus jadi bahan diskusi adalah buku. 

 

Ketemulah saya dengan buku Ensiklopedia Sepak Bola. Buku yang baru saja diterjemahkan saat itu, saya beli saat cetakan pertamanya, fresh from the oven. Ensiklopedia yang terdiri dari 5 jilid ini super duper lengkap. Buku yang selalu menemani kami kalau sore dan malam hari selama seminggu tayangnya pertandingan sepak bola di televisi saat itu. Ensiklopedia ini memuat tentang 5W 1H. Detil sekali penjabarannya. Mata saya makin melotot membaca ensiklopedia ini, kadang bikin cenut-cenut juga karena butuh membiasakan istilah per sepak bolaan, tapi secara keseluruhan, up date sekali informasinya. Buat orang yang nol kosong soal per sepak bolaan macem saya, ensiklopedia ini amat sangat membantu. Buku yang di setiap jilidnya masing-masing setebal sekitar 150 an halaman. Ukuran font yang nyaman di mata, ilustrasi foto dan gambar nyaris hidup, full colour. Saya saja suka dan nyaman bacanya, apalagi anak-anak. Layaknya sebuah ensiklopedia, hard cover menjadi salah satu kelebihannya. Cover buku dengan ilustrasi dan warna yang menarik, sedap di mata karena kebetulan warna hijau menjadi warna dominan buku ini.

 

Kali ini, tampak luar memang seindah isinya. Penerbit PT Lentera Abadi berhasil memegang hak cipta untuk diterjemahkan dan diperbanyak sejak pertama kali buku aslinya terbit, yaitu tahun 2011. Data yang disampaikan dalam ensiklopedia pun terakhir di tahun 2010. Artinya betul-betul up date saat saya diskusi dengan si sulung saat itu. Mungkin kalaupun sekarang sudah dicetak ulang, akan ada pembaharuan isinya. Entahlah. 

 

Membaca buku ensiklopedia itu harus pelan-pelan, sambil dicermati, jangan lupa jadikan bahan diskusi dengan anak. Daan tahukah, mak? Saat itu, satu minggu 5 jilid sudah habis dilahap si sulung bersamaan dengan habisnya masa tayang per sepak bolaan di televisi. Saya ingat saat mau tanding club *lagi-lagi saya ga familiar namanya. Hehehe. Kami berdiskusi sambil buka ensiklopedianya. Dan si sulung pun menyambungkan data yang pernah ia baca dengan yang sedang ia tonton. Yang saya heran, anak sekarang itu bisa melakukan dua pekerjaan sekaligus dalam satu waktu. Ya nonton televisi ya baca buku. Saat  jeda menit pertandingan, itu digunakan untuk membahas tentang seluk beluk clubnya, yang kadang sambil pegang buku nunjuk ini itu. 

Jadi, 5 jilid itu selesai dalam satu minggu. Uwow saya. Yang saya rasakan saat pintu ilmu kekepoan anak datang bersamaan dengan konteksnya, anak akan dengan sangat mudah menyerap ragam informasi. Belum lagi informasi yang pada dasarnya memang sangat disukai. Maka, seperti saat saya makan coklat atau kuaci, buku itu akan dengan sangat lahap ditelan. Belum lagi dengan daftar isinya, bener-bener paket lengkap.

Pada jilid satu, ini nih daftar isinya. Mulai dari asal usul sepak bola, ragam sepak bola yang ada di dunia, bagaimana sepak bola dimainkan, segala ngupas sepatu, kaos dan gaya rambut pemain cobaaa. Ada juga menceritakan tentang kerja sama tim, manajer dan pelatih. Dan yang ga kalah penting, menjelaskan tentang keterampilan individu terkait istilah-istilah persepak bolaan yang suka bikin kening saya berkerut. Tobat sambel saya tuuh.

 

Masuk ke jilid 2

Bicara tentang planet sepak bola konfederasi FIFA, aneka club bola, mulai dari club Eropa, Amerika selatan, Amerika utara hingga Asia. Setiap area tersebut pun dikenalkan ragam stadion di masing-masing negara. Baca ensiklopedia sepak bola ini berasa lagi jalan-jalan antar benua. Full photo, full color.

 

Masuk ke jilid 3

Banyak mengupas tentang aneka kompetisi, piala dunia di berbagai negara mulai dari piala dunia di Uruguay 1930 sampai Arfika selatan 2010. Lalu masuk penjelasan tentang piala eropa, liga champions, AFC, UEFA. Nah di sini saya sedikit-sedikit nyambung nih, kenapa nyaris setiap bulan selalu ada pertandingan sepak bola. Ternyata yang nggelar pertandingannya beda-beda. ya iya laaah.

 

Masuk ke jilid 4

Di jilid ini kita akan disuguhkan dengan detil penjelasan tentang kejurnas PSSI mulai dari awal dilaksanakan tahun 1951-1994, ada liga Indonesia galatama dan sejarahnya, liga super dan kompetisi berdasarkan usia. U-15 dst.

 

Masuk ke jilid 5

Tips bermain sepak bola mulai dikupas satu-satu, ragam kemenangan dan kekalahan terbesar timnas Indonesia, sea games, olimpiade plus ragam stadion dan club yang ada di Indonesia. Detil mak. Baca deh, ga berasa lagi diceramahin, pemilihan diksinya pun ramah anak, kok.

 

Jadi kesimpulan saya tentang pengalaman seru per-bolaan adalah memberikan ‘makanan’ di saat yang tepat dengan ‘vitamin’ yang pas itu membuat bonding makin erat, ilmu dibagikan cepat meresap lama. Bila dibutuhkan suatu saat untuk di re-call, anak pun masih ingat. Dan satu lagi catatan untuk saya pribadi, saat anak bertanya tentang sesuatu, sebetulnya di situlah saat yang tepat kita masuk dan memasukkan banyak hal kebaikan untuk kemudian menguncinya dengan agama. Anak berada dalam kondisi yang sangat senang yang bila diajak diskusi pun akan jauh lebih mudah dari pada kita yang mulai membuka percakapan dengan anak. Maka, bila waktu itu muncul, segera tinggalkan apapun yang Anda lakukan saat itu, ambil kesempatan baik ini dengan fokus pada anak. Yakin deh, banyak bintang bertaburan saat ngobrol dengan kondisi seperti itu.

 Jadi, sudah baca buku apa hari ini?

paudqunuraini@gmail.com

paud.alquran.nuraini

paud alquran nuraini

0857 7000 3098

Buka 08.00 WIB
Tutup 12.00 WIB

Copyrights © 2022 Template by LavareDesign.com

Buku Klasik Anak

” Discover timeless tales of beauty and charm, in which spells are cast, journeys are made and true love is found in unlikely places.”

Pernah tahu cerita klasik tentang The Little Mermaid karyanya Hans Christian Andersen? Tahu dong cerita tentang Snow White, Sleeping Beauty, The Princess and The Frog. Nah, cerita-cerita yang telah melegenda itu masih ‘hidup’ hingga saat ini. Entah mengapa walau awalnya samar-samar tapi begitu ada yang bercerita dan menyinggung kisah mereka, akan dengan mudahnya me-re call perjalanan ceritanya. Mungkin karena cerita  yang pendek, sederhana dan mudah ditangkap oleh nalar anak kali ya. Belum lagi, diceritakan atau ditampilkan dalam bentuk buku dan video secara berulang-ulang. Maka wajar saja bila kemudian akan dengan mudah untuk me re call kisah klasik itu.

Saat piknik ke BBW atau Big Bad World alias bazar buku kami menemukan surganya buku-buku klasik.  Buku yang sudah lama masuk dalam wish list akhirnya bisa masuk dalam keranjang buku. Buku apa itu?

Classic Treasury Princess Stories

Buku yang berisi kumpulan cerita klasik ramah anak ini berbahasa inggris, full color dan kertasnya lux. Buku setebal 383 yang berhasil bikin mata pecinta cerita klasik makin berbinar. Buku original cetakan terbaru ini didapat saat ada pameran buku/BBW (Big Bad Wolf) dibandrol 250 ribu saja, harga aslinya Rp 550.000. Jauh lebih murah dari pada beli online.

Tak hanya dari segi penampakannya yang memang ekslusif, isinya yang menggunakan bahasa inggris pun mudah dimengerti oleh saya yang bahasa Inggrisnya pas-pas an sekedar yes no aja. Kalau mau latihan bahasa Inggris sederhana, mulai aja dari buku anak-anak gini. Satu cerita itu rata-rata menghabiskan 8-10 halaman dengan ukuran hurufnya besar-besar dan diselingi ilustrasi keren.

Yang menariknya, di halaman awal, selain ada daftar isi, pembaca juga akan diajak berkenalan dengan para pengarangnya yang hidup beberapa puluhan tahun sebelum kita. Jadi pengetahuan baru buat para pembaca.

Oia, karena buku ini menggunakan kertas eksklusif nan tebal, agak kurang praktis juga kalau dibawa bepergian. Cukup berat kalau dibawa.  

Buku-buku cerita klasik ini benar-benar membawa suasana baru di rumah. Mampu mengingat kembali cerita-cerita yang dituliskan dalam buku itu. Sebagian besar sudah diangkat ke layar lebar. Film kartunnya pun masih tayang dan mudah dilihat di kanal-kanal film. Jangan lupa, saat menceritakan kisah-kisah klasik ini pada anak-anak, perlu disesuaikan dengan usia anak ya. Karena kan ini khayal banget walau sarat makna. 

Pernah ada yang bertanya, “emang manusia bisa berubah jadi kodok kalau jahat ya?” Atau “emang di lautan ada putri duyung cantik yang bisa berenang ga pake alat bantu?” Nah, kepiawaian kita diuji di sini saat akan menceritakan kisah yang tak masuk akal. Maka baiknya tetap dampingi anak-anak saat membaca atau story telling saja dengan anak-anak dengan memperlihatkan gambarnya sebagai penunjang cerita.

Jadi, cerita klasik apa yang paling disukai sampai sekarang?

(IK)

paudqunuraini@gmail.com

paud.alquran.nuraini

paud alquran nuraini

0857 7000 3098

Buka 08.00 WIB
Tutup 12.00 WIB

Copyrights © 2022 Template by LavareDesign.com

Mengenalkan Ulul Azmi Pada Anak

Mendekatkan anak tentang beragam cerita, kisah kehidupan sehari-hari bisa melalui banyak cara. Dan buku bisa menjadi salah satu jembatan informasi untuk anak-anak. Tantangannya kemudian adalah memilihkan isi buku yang tepat dan sesuai dengan usia tahapan perkembangan anak. Belum lagi sisi lain dari buku. Mulai dari jumlah kata dalam setiap halaman, ilustrasi dan permainan warna. Apakah sesuai dengan tahapan usia dan atau tahapan membaca anak.

Tak hanya itu, pernah ga sih kita tuh tergiur dengan tampilan buku yang ditawarkan penerbit? Isinya bagus, ilustrasi keren, harga agak tinggi pun ga masalah. Demi apa? Demi kebutuhan anak atau keinginan kita, orang tuanya?

“Duh, kalau ga beli sekarang, harga kembali fitri nih. Kembali normal. Kan lumayan selisihnya.”

“Walaah, ini buku bagus banget kalau si kakak udah bisa baca. Pas murah lagi.”

Keinginan dan godaan itu datang silih berganti. Memanggil kita untuk segera mendapatkannya. Alih-alih membelinya sekarang, apakah itu buku yang memang dibutuhkan oleh anak?

Nah, yang menarik nih. Di usia dini pada anak-anak, pernah ga sih dapet pertanyaan tentang di mana Allah? Allah itu laki-laki  atau perempuan? Kenapa Allah ga kelihatan? Kenapa kalau di buku-buku, wajah Rosul dan Nabi itu ga diperlihatkan? Dan pertanyaan kenapa lainnya lagi. Bingung jawabnya dong?

Beberapa pekan lalu, kami menemukan buku yang membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Terutama pengetahuan tentang ma’rifatur rosul. Buku yang diperuntukkan anak usia 3 tahun ke atas dengan ilustrasi menarik dan kalimat yang sedikit tapi mengena. 

Satu paket buku ini terdiri dari tiga buah buku. Masing-masing terdiri dari 24 halaman dengan ilustrasi menarik. Layaknya anak-anak yang memang lebih mudah membaca gambar, buku ini cukup mewakili cerita dan keingin-tahuan anak tentang siapa nabi dan rosul. 

Buku pertama bercerita tentang mu’jizat para rosul. Beberapa cerita rosul dalam satu buku memang terkesan sangat singkat. Disinilah kekuatan kita orang tua dalam menerjemahkan  ilustrasi yang ditampilkan. Sang penulis buku membantu kita dengan menebalkan beberapa kata dalam setiap halamannya. Ini artinya kita, orang tua, perlu menekankan kisah inti dari ilustrasi yang dimaksud.

Buku kedua bercerita tentang tugas nabi dan rosul pun demikian.

Buku ketiga bercerita tentang ulul azmi. Apa dan siapa saja ulul azmi itu, diceritakan di buku ini.

Buat kami, buku ini cukup membantu orang tua atau guru dalam menceritakan siapa itu Ulul Azmi. Sebagai cerita pembuka tentang nabi dan rosul, buku ini mampu menjembatani dengan baik. Jangan lupa untuk melanjutkan cerita nabi dan rosul satu persatu pada anak.

paudqunuraini@gmail.com

paud.alquran.nuraini

paud alquran nuraini

0857 7000 3098

Buka 08.00 WIB
Tutup 12.00 WIB

Copyrights © 2022 Template by LavareDesign.com

Santri PAUDQu Nur’aini Unjuk Kebolehan dalam Panggung Al-Qur’an

Santri PAUDQu Nur'aini Unjuk Kebolehan dalam Panggung Al-Qur'an

Panggung Al-Qur’an merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh DPC IPPAQI (Ikatan Pendidik PAUD AL-Qur’an Indonesia) kota Depok. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembelajaran menemu-kenali potensi santri yang ada. Mulai kemampuan dari gerak, mars/lagu dan seni, hafalan surat pendek, hafalan hadits, hafalan doa harian, adzan, praktek sholat, daiqu (dai cilik) hingga mewarnai. Panggung AL-Qur’an menjadi wadah unjuk kemampuan dan keberanian untuk berkompetisi dengan lingkungan yang lebih luas lagi. 

Kegiatan ini dilaksanakan secara berjenjang. Mulai dari tingkat kecamatan, tingkat kota, provinsi hingga nasional. Di PAUDQu Nur’aini sendiri, seluruh santri wajib mengikuti kegiatan ini. Pemilihan kategori Panggung Al-Qur’an tentu saja harus dilihat dari berbagai sisi, salah satunya kemampuan dan kesiapan santri untuk berkompetisi. Pada hari Sabtu, 13 Desember 2025 lalu, PAUDQU Nur’aini berhasil menjuarai beberapa kategori tingkat kecamatan Pancoran Mas yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai PAUDQu. Berikut ini perolehan unjuk kemampuan santri PAUDQu Nur’aini yaitu :

  1. Juara 1 lomba praktek sholat
  2. Juara 1 lomba hafalan surat pendek
  3. Juara 1 lomba hafalan doa harian dan artinya
  4. Juara 1 lomba DaiQu
  5. Juara 2 lomba DaiQu
  6. Juara 3 lomba DaiQu
  7. Juara 2 lomba adzan
  8. Juara 2 lomba paudqu suara
  9. Juara 2 lomba hafalan surat pendek
  10. Juara 3 lomba hafalan surat pendek
  11. Juara 3 lomba adzan
  12. Juara 3 lomba hafalan doa harian
  13. Juara 3 lomba mewarnai
  14. Juara harapan 1 lomba hafalan hadits
  15. Juara harapan 1 lomba mewarnai
  16. Juara harapan 1 lomba paduan suara
  17. Juara harapan 2 lomba mewarnai
  18. Juara harapan 3 lomba mewarnai

bisa dilihat juga di sini

Santri yang juara 1 melanjutkan kompetisinya ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu mengikuti perlombaan ke tingkat kota Depok. Panggung Al-Qur’an tingkat kota Depok digelar hari ini, 7 Februari 2026 di Cilodong. Diikuti oleh peserta juara 1 dari setiap perwakilan kecamatan. Semua peserta berlaga mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya. Kegiatan ini dibuka oleh KASI PAKIS KH Sholahudin Al Ayubi, S.Ag., M.Ag. Beliau mendukung upaya IPPAQI dalam menyelenggarakan kegiatan positif bagi anak usia dini di tengah-tengah masyarakat. Penyematan nomor peserta secara simbolik menjadi tanda dimulainya Panggung Al-Qur’an.

Panggung Al-Qur’an kali ini adalah kali ketiga dilaksanakan oleh IPPAQI kota Depok. Dan ketiga kali ini juga PAUDQu Nur’aini ikut serta dalam prosesnya. Tiga mata lomba berhasil mendapatkan posisi lima besar. Berikut ini kategori kejuaraannya :

  1. Juara 1 DaiQu Putra
  2. Juara 3 DaiQu Putri
  3. Juara 3 lomba praktek sholat
  4. Juara Harapan 2 lomba hafalan surat pendek Putra

Selamat kami ucapkan kepada seluruh santri yang telah menyelesaikan tantangan dan kompetisi hari ini. Semua adalah peserta terbaik dengan dukungan penuh dari orang tua.

Bagi juara 1 di semua mata lomba, siap berlaga di tingkat provinsi Jawa Barat April 2026 mendatang di Kabupaten Cianjur. Insya Allah. Cek di sini  ya untuk informasi tambahannya. (IK)

7 Adab Berteman yang Harus diajarkan kepada Anak




7 Adab Berteman yang Harus Diajarkan Kepada Anak


Aku ga mau salim.” kata adik saat temen Bunda datang berkunjung ke rumah.

“Kak, itu teman-tamannya sudah dikasih air minum belum?” 

“Dik, tadi sudah pamit kan sama bundanya?”

Pernah punya pengalaman seperti itu kah, Ayah Bunda? Ya. anak-anak saat berkumpul kadang belum mengerti apa yang baik untuk dilakukan terhadap sesamanya. Belum faham betul mengapa kita harus menghormati tamu, menghargai teman, sekalipun hanya menyuguhkan air minum. Banyak hal terkait adab bersosialisasi yang perlu kita kenalkan dan biasakan pada anak-anak.

Kadang kita, mungkin harus berkaca. Pernah kah merenung sejenak, bagaimana cara kita memperlakukan teman kita sendiri ? Baik saat ada anak bersama kita ataupun tidak. Bagaimana saat tiba-tiba kedatangan teman ke rumah, bagaimana kita menerima mereka?

Kami jadi teringat nasihat imam Al Ghazali terkait adab berteman. Adab berteman yang disampaikan beliau terlihat sepele tapi dalam makna dan efeknya. Maka wajar kalau pembiasaan itu amat diperlukan, termasuk untuk diri kita sendiri. Berikut ini tujuh adab dasar berteman yang perlu dikenalkan pada anak dan keluarga:

  1. Menunjukkan perasaan gembira ketika bertemu

Ada hadist ‘arba’in yang sangat kita kenal terkait senyum adalah sodaqoh.

(تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ صَدَقَةٌ (رواه الترمذى

“Senyum manismu dihadapan saudaramu adalah shadaqah” (HR. Tirmidzi) 

Bayangkan saja saat kita sendiri bertemu dengan teman dan ia menerima kita dengan senyum gembira, tentu rasa itu akan menular bukan? Bahagia itu menular. Ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Prof Edward Tronick harvard University. Beliau menemukan bahwa seorang anak sekalipun masih batita, mampu menangkap bahasa tubuh orang yang ada di sekitarnya. Sehingga akan mempengaruhi proses komunikasi. Walau hanya bahasa tubuh yang dimunculkan, anak mampu menangkap sinyal baik dan buruk yang ditampakkan.

  1. Mendahului mengucap salam

Saat kita bertemu dengan orang lain, dahulukan dengan mengucapkan salam. Saat mengajak anak, minta ia untuk mengikuti apa yang kita lakukan. Seperti bagaimana bahasa tubuh kita saat bertemu orang, atau bagaimana saat bertemu orang lain, mendahului orang lain untuk mengucap salam. Terlebih lagi orang yang lebih muda mengucapkan salam kepada yang lebih tua. Seperti yag telah Rosul ajarkan pada kita, dalam hadist yang diriwayatkan oleh 

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Hendaklah salam itu diucapkan yang muda kepada yang tua, yang berjalan kepada yang duduk, dan yang sedikit kepada yang banyak.” [Muttafaqun Alaihi]. 

Menurut riwayat Muslim: “Dan yang menaiki kendaraan kepada yang berjalan.”

  1. Ramah ketika duduk dan bercengkrama

Saat duduk bersama tentu akan semakin menyenangkan bila saling bercengkrama, tak ada jarak di antara teman. Lepas saling bercerita dan berbagi pengalaman. Jangan lupa, bagi anak-anak perlu dijelaskan juga terkait batasan pergaulan antara lawan jenis ya.

  1. Melepas teman dengan berdiri saat berpamitan

Ini terlihat sepele. Namun tentu akan berbeda rasanya saat kita berpamitan dengan tuan rumah, dan dilepas dengan senyum plus diantar hingga gerbang pintu. Maka lakukan hal serupa bila kita ingin dihormati dan diperlakukan yang sama. Kenalkan dan ajarkan anak-anak untuk melakukan hal sederhana ini yuk.

  1. Memperhatikan saat teman berbicara dan tidak mendebat di saat berbicara

Memberikan kesempatan orang lain ketika berbicara. Menyimak tak hanya mendengarkan  sama seperti menghargai orang lain. Menghormati orang lain melalui komunikasi. Yang menarik adalah terkait berdebat ini Rosulullah pun mengingatkan dalam hadistnya imam Bukhori Muslim bahwa orang yang paling dimurkai Allah adalah orang yang selalu mendebat. Artinya mendebat tanpa ilmu atau dengan cara yang bathil. Demikian juga bila kita merasa berada di pihak yang benar, hindari perdebatan. Karena debat itu akan mendatangkan emosi, amarah dan buruk sangka terhadap orang lain. Simak hadis berikut ini, 

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

“Saya memberikan jaminan rumah di pinggir syurga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Saya memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kedustaan walaupun dia bercanda. Saya memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang membaguskan akhlaqnya.” (HR Abu Daud)

Jadi, masih meragukan kah akan jaminan yang langsung diberikan oleh baginda Nabi kita?

  1. Menceritakan hal-hal yang baik

Salah satu cara terbaik ketika berteman dan mengeratkannya adalah dengan menceritakan hal baik. Menceritakan kebaikan teman kita. Karena hal ini mampu menjaga hubungan pertemanan menjaga silaturahmi dengan orang lain. Kalau pertemanan antar kita, ibunya, sudah baik, bukan tidak mungkin hubungan pertemanan antar anak kita pun semakin baik dan dekat bagai saudara.

  1. Tidak memotong pembicaraannya dan memanggil dengan nama yang disenangi

Pernahkah s kita ngrasain saat berbicara kemudian dipotong pembicaarannya dengan orang lain? Bagaimana rasanya? Jengkel? Sebel? Marah? Keki?. Seperti itulah yang dirasakan bila kita memotong pembicaraan orang lain. Beri teman kita kesempatan untuk menyelesaikan pembicaraannya. Ini mungkin sedikit sulit bila dilakukan oleh anak-anak. Karena biasanya, anak-anak kalau diminta bercerita, mereka akan berebut. Saat seperti itulah sebetulnya kita bisa masuk menanamkan akhlaq berbicara dengan orang lain. Dan jangan lupa, anak adalah peniru ulung, berikan contoh yang baik dan benar pada anak.

Demikian juga terkait panggilan yang disenangi. Memberikan panggilan yang sifatnya merendahkan orang lain sangat tidak disarankan, bahkan sebaiknya dihindari. Secara psikologis bila dipanggil dengan panggilan tidak baik akan merusak mentalnya dan yang paling parah adalah bisa menjadi doa. Ingatkah bahwa Allah itu sesuai dengan prasangka hambanya?

Islam begitu memperhatikan bagaimana adab harus diutamakan dalam keseharian. Rosulullah membutuhkan 30 tahun untuk mengajarkan adab terlebih dahulu pada para sahabatnya. Baru kemudian mengajarkan ilmu. Ini artinya bahwa betapa mendahulukan adab itu adalah sangat penting, sesuatu yang tidak bisa instan. Perlu dilakukan berkali-kali, berulang hingga mendarah daging. Mengenalkan dan membiasakan adab yang baik sejak anak masih kecil, tentu akan jauh lebih mudah dari pada mengenalkannya saat sudah dewasa. Jadi lakukan sekarang. Lakukan bersama dalam memperbaiki adab di rumah dan di lingkungan terdekat. Belajar selalu kepada para ahlinya. Dan minta petunjuk dari Allah untuk selalu didekatkan dengan orang-orang yang sholih.

Hanya Allah lah tempat kita berlindung. (IK)

Kutipan :

  1. almanhaj.or.id
  2. rumaysho.com
  3. muslim.or.id 

Penyusunan Metode Baca Al-Qur’an Milik Negara

Kemenag Matangkan Penyusunan Metode Baca Al-Qur’an Milik Negara, Direktur Pesantren Tegaskan Tidak Menggugurkan Metode yang Ada

Jakarta (Kemenag) — Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pesantren terus mematangkan penyusunan metode baca Al-Qur’an yang akan menjadi rujukan nasional milik negara, melalui pertemuan penyusunan lanjutan yang digelar pada Rabu (28/1/2026), sebagai ikhtiar menghadirkan alternatif metode pembelajaran Al-Qur’an yang inklusif, khas Indonesia, dan memperkaya khazanah keilmuan yang telah berkembang di tengah masyarakat.

Direktur Pesantren Kementerian Agama RI Basnang Said, menegaskan bahwa penyusunan metode baca Al-Qur’an ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan ataupun menggugurkan metode-metode yang sudah ada dan berkembang selama ini, melainkan sebagai tambahan referensi keilmuan yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas.

“Metode baca Al-Qur’an yang sedang kita susun ini bukan untuk mengakuisisi atau meniadakan metode yang sudah ada. Ini adalah ikhtiar negara untuk menghadirkan satu metode tambahan sebagai wacana keilmuan, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam mengajarkan dan mempelajari Al-Qur’an, khususnya bagi anak-anak,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pertemuan tersebut diharapkan menjadi tahapan penyusunan terakhir sebelum rancangan metode tersebut disiapkan dalam bentuk draf utuh dan selanjutnya diperkenalkan kepada publik melalui forum uji publik atau diskusi terbuka.

“Insya Allah, setelah susunan ini rampung, kita siapkan drafnya. Berikutnya akan kita buka ruang dialog dengan masyarakat, bisa melalui uji publik atau forum pengenalan program, agar masyarakat mengetahui bahwa Kementerian Agama tengah menyusun metode baca Al-Qur’an yang bermanfaat dan terbuka terhadap masukan,” ujarnya.

Direktur Basnang menambahkan, penyusunan metode ini melibatkan berbagai unsur pakar dan praktisi Al-Qur’an, termasuk Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, guna memastikan kualitas, ketepatan, dan kesesuaian dengan kaidah keilmuan Al-Qur’an serta tradisi keislaman Nusantara.

“Kami ingin metode ini benar-benar kokoh secara keilmuan, khas Indonesia, dan merepresentasikan praktik Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang hidup di tengah masyarakat. Karena itu, masukan dari para kiai, ulama, dan masyarakat sangat kami harapkan,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Qur’an Direktorat Pesantren Kemenag RI Azis Syafiuddin, dalam laporannya menyampaikan bahwa forum ini merupakan bagian dari ikhtiar berkelanjutan Kementerian Agama untuk menghadirkan metode pembelajaran Al-Qur’an yang dimiliki negara dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah tokoh dan pemateri, di antaranya Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an K.H. Abdul Aziz Sidqi, K.H. Syaifullah Maksum, Ketua Umum DPP IPPAQI Mujibun, serta Sekretaris IPPAQI Indah Wahyuningsih, yang memberikan pandangan, masukan, dan penguatan keilmuan terhadap arah penyusunan metode baca Al-Qur’an dimaksud.

Melalui penyusunan metode ini, Kementerian Agama berharap dapat memperkaya bahan ajar Al-Qur’an di Indonesia serta memperkuat peran negara dalam mendukung pendidikan keagamaan yang moderat, inklusif, dan berakar pada tradisi keislaman Nusantara.(RK)

Buku Mengenal Allah

“Aku udah berdoa tadi sama Allah, jadi ga takut lagi”

Mengenalkan tentang Allah dan ciptaannya pada anak usia dini tuh tantangan banget. Pertanyaan-pertanyaannya kadang bikin panas dingin. Ketika anak takut gelap, pegangan tangan kita kenceng banget atau mungkin akan menjerit minta tolong saat mati lampu. Kalimat penenang seperti : “Tenang kaak, kan ada Allah yang menemani kita.” Buat anak usia dini, tentu akan balik bertanya :”emang Allah ada di mana? Kakak ga bisa lihat.” Nah loh!

Atau saat anak marah besar ketika tahu dirinya tidak diajak keluar oleh ayah. Lalu ibu hanya menenangkan, “Kak, ga boleh marah, kan ada Allah.” Apakah anak usia dini sudah mengerti bila diberikan kalimat seperti itu? Kenapa aku ga boleh marah? Allahnya mana? Kok ga kliatan?.

Baru-baru ini kami menemukan buku untuk usia 3+ yang membantu melalui kalimat dan ilustrasi kerennya tentang bagaimana mengenalkan Allah bagi anak usia dini. Duuh, ini buku yang duluuu kami butuhkan. Kami suka keringet dingin kalau anak-anak bertanya tentang sesuatu yang abstrak, padahal kan harus diselesaikan pertanyaannya melalui bahasa yang bisa dipahami anak.

Buku ma’rifatullah yang kami temukan ini bisa menjadi jembatan informasi antara anak dan kita untuk mengenal Allah melalui buku. Ada 4 buku dalam satu paketnya yang kesemuanya itu membantu kita dalam menjelaskan siapa Allah dan pertanyaan-pertanyaan menggelitik lain. Ilustrasi yang dibangun pun membantu  Kami mengkisahkan buku ini pada anak didik di sekolah.

Buku ini kami rekomendasikan untuk orang tua atau guru yang membutuhkan bantuan visual saat akan menjelaskan siapa tuhanmu pada anak usia dini. Beli saat pre order beberapa waktu lalu menjadi hadiah terindah anak-anak didik kami.

Penerbit ziyadbooks ini memang sering banget menerbitkan buku-buku yang banyak kami rekomendasikan untuk dibaca. Keluarga Nur’aini, Sudah punya bukunya kah?

paudqunuraini@gmail.com

paud.alquran.nuraini

paud alquran nuraini

0857 7000 3098

Buka 08.00 WIB
Tutup 12.00 WIB

Copyrights © 2022 Template by LavareDesign.com

Copyright © 2026 PaudQu Nuraini