Ketika Anak Sulit Diatur

Buku lama, tapi isi tak lekang oleh waktu. Ini lah buku itu. Percayalah. Kami awalnya mengira bahwa buku ini memang ditujukan hanya untuk orang tua yang pernah atau sedang memiliki anak yang sulit diatur.  Namun ternyata dugaan kami salah. Buku ini tak melulu membicarakan soal anak yang sulit diatur dan bagaimana proses penanganannya. Namun apa pemicu dari anak sulit diatur-lah yang juga banyak disampaikan di buku setebal 249 halaman isi ini. 

Simak yuuk salah satu buku favorit kami.

Judul              : Ketika Anak Sulit Diatur

Penulis           : C. Drew Edward, Ph.D.

Halaman        : 249 halaman ini

Diterbitkan     : Penerbit kaifa Februari tahun 2006

Cetakan I         : Februari 2006

Drew Edward merupakan seorang psikolog klinis anak yang mengkhususkan diri pada anak-anak ADHD/ADD serta anak-anak yang sulit dikendalikan. Buku ini terdiri dari 12 bab yang akan mengupas banyak hal. Mulai dari ciri anak yang sulit diatur itu seperti apa, bagaimana mengenali perilaku  itu, sampai pada pengelolaan dan praktek kita sebagai orang tua pada anak. Buku ini menggambarkan dari sisi sebagai orang tua dan pendidik atau orang-orang yang ada di sekitar anak. Saat menjadi orang tua, kita akan dituntun mengenai bagaimana sebetulnya pola asuh yang tengah kita lakukan pada anak. Dari sini kita akan dipandu untuk dapat melakukan bimbingan terstruktur pada anak, menggunakan program ekonomi-rumah, begitu Ia menyebutnya.  Program ini telah dicoba di banyak anak, terlihat dari progressnya grafik yang diperlihatkan di buku ini.

Penulis juga memberikan ragam contoh dan program yang bisa kita lakukan di rumah. Praktekkan, dan kita akan menemukan mana program yang cocok dengan tipikal anak kita. Seru saat mendampinginya. Tak hanya anak yang belajar, orang tua pun dituntut untuk lebih memahami dan mampu bersikap konsisten. Ini yang butuh perjuangan. 

Yang menarik buat kami adalah diberikannya solusi pilihan bila saat kita sedang praktek, tetiba ada ‘gangguan’ seperti anak menolak untuk disiplin. Ada beberapa contoh tabel yang bisa kita gunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan yang telah kita lakukan bersama anak. 

Di akhir bab, ia menutupnya dengan kalimat yang menohok. 

“Jangan pernah menunggu masalah menjadi serius, baru Anda meminta tolong. berlatih, berlatih dan berlatihlah. Karena apapun yang Anda coba, semua orang akan mendapatkan manfaat dari kerja keras Anda, baik itu Anda sendiri, anak Anda dan orang lain dalam hidup anak Anda.”

Buku ini sangat kami rekomendasikan untuk orang tua yang memiliki anak di bawah usia 16 tahun. Bahasanya sederhana sekalipun ditulis oleh psikolog anak dan berasal dari buku terjemahan. Kepustakaan yang luar biasa banyak dan lengkap. Ini artinya, sang penulis tidak main-main dalam menulis buku ini. Beberapa cara dan metodenya masih kami gunakan hingga saat ini. Mungkin ga ada salahnya membuka buku-buku jadul Anda. Mungkin beberapa masih bisa kita gunakan ilmunya hingga saat ini. Percayalah, tak ada yang sia-sia.

Sudah baca buku ini?

paudqunuraini@gmail.com

paud.alquran.nuraini

paud alquran nuraini

0857 7000 3098

Buka 08.00 WIB
Tutup 12.00 WIB

Copyrights © 2022 Template by LavareDesign.com

Menjadi Orang Tua Bijak di Era Digital

“Teknologi adalah hamba yang berguna. Tetapi tuan yang berbahaya.” – 

Christian Lous Lange

Buku begitu mencolok mata saat melewati keranjang buku di sebuah pameran terbesar di kota Surabaya tahun lalu. Saat menscanning isi buku, Kami semakin tertarik dan berkata, buku ini harus dibawa pulang. Mengapa? sang penulis adalah ibu yang bekerja di sebuah perusahaan dunia yang fokus pada penyediaan rating  dan ulasan bersifat independen dan terpercaya untuk film, acara televisi, video game, buku, situs web hingga sebuah aplikasi. Tak hanya itu, hasil pengamatan awal berikutnya adalah, warna dan font buku ini menarik mata. Ditambah lagi adanya kotak kesimpulan dan poin penting dalam setiap babnya. Trus yaa, di akhir buku diberikan beberapa halaman rujukan hasil penelitian yang bisa kita akses atau cari terkait media. Jadi, referensi dari tulisan ini ga main-main. Al hasil, kami meminang buku ini.

 

Buku setebal 352 halaman ini bikin kami ketagihan untuk terus membacanya tanpa henti. Penjelasan lugas dari kacamata seorang ahli data yang nota bene juga seorang ibu yang hidup di percepatan perubahan teknologi begitu terasa dalam di setiap tulisannya. Betapa percepatan perubahan gadget misalnya, begitu dirasakan sesungguhnya saat anaknya beranjak remaja.  Bagaimana kemudian ia menyajikan banyak sekali hasil-hasil penelitian tentang efek baik dan buruknya sebuah teknologi pada buah hati. Pembaca dibuat terkesima betul saat mengetahui dampak luar biasa pada anak saat orang tuanya memegang gadget di sekitar anak.

 

Sekelompok dokter meneliti 55 orang yang membawa anak-anak ke restoran cepat saji. Ternyata, 73% orang-orang itu menggunakan perangkat digital di meja saat duduk bersama anak-anak. Ada juga penelitian lain yang membandingkan perilaku ibu-ibu yang menggunakan perangkat mobile saat menyuapi anaknya dengan ibu yang tak menggunakan perangkat apapun saat menyuapi anaknya. Ternyata, 23% ibu itu mengeluarkan perangkat mobilenya yang mengakibatkan 20% ibu berbicara lebih jarang pada anaknya dan menyampaikan interaksi non-verbal 40% lebih sedikit pula. Ibu-ibu itu luput memperhatikan berbagai isyarat emosi dari anak-anak mereka. Ah, begitu banyak hasil survey, penelitian dan rekam jejak beliau yang disampaikan dalam buku ini secara detil. Beneran rugi kalau kita, orang tua yang menemani anak tumbuh di dunia teknologi seperti sekarang ini ga baca buku daging karya Yalda T. Uhls, MBA, Ph.D. Saran kami, segera cari dan miliki. Baca perlahan dan resapi untuk mengambil langkah-langkah berikutnya dalam keluarga kita di rumah.

 

Hal menarik lainnya saat membaca buku ini adalah pembaca tak perlu harus berurutan membaca dari bab ke bab. Baca saja bab yang sedang kita butuhkan pengetahuan di dalamnya. Jadi tak perlu harus berurutan dari bab satu ke bab dua dan seterusnya. Informasi seperti ini disampaikan di kata pengantar penulis. Ah, kalau kami, tetap dibaca berurutan dari bab ke bab. Karena pasti akan bertemu irisan yang saling mendukung.  Dan benar saja, kami akhirnya menemukan kesimpulan akhir bahwa memang betul, buku ini sarat dengan penyajian data. Sebagian besar isi buku ini menginformasikan bahwa teknologi saat ini tuh aman kok untuk anak, tinggal bagaimana peran kita sebagai orang tua dalam berlaku bijak mengencangkan nilai-nilai keluarga untuk menjaganya agar anak tetap waras dalam dunia nyata. Beberapa tips sederhana nan bijak dalam menyikapi teknologi di tengah kehidupan anak, akan kita temui nyaris di setiap babnya. Bagian-bagian penting diberi kotak khusus dan diberi penekanan warna di bagian akhir babnya. Kesimpulan dalam tiap bab juga dibuatkan untuk memudahkan para pembaca yang ingin membaca kembali.

 

Menarik ya bahasannya


Sudah pernah baca buku ini kah?

paudqunuraini@gmail.com

paud.alquran.nuraini

paud alquran nuraini

0857 7000 3098

Buka 08.00 WIB
Tutup 12.00 WIB

Copyrights © 2022 Template by LavareDesign.com

Saya Tipe Orang Tua Seperti Apa Ya?

Saat membaca judul buku ini, sempat terfikir juga, iya ya, orang tua macam apa saya? Belum lagi dengan warna cover bukunya yang paling mencolok dari buku-buku yang berjajar di sebelahnya. Warna biru menyala. tulisan besar-besar berwarna biru terlihat kontras, cantik dan sedap di mata. Tak hanya itu, ada beberapa karikatur yang mewakili macam-macam model orang tua. Dan percayalah, saya ada di salah satu karikatur itu. Bukan satu, bahkan lebih dari tiga. Tapi setelah baca bukunya, ternyata tetap dominan di satu area. 

 

Buku terjemahan ini karya seorang penulis, pendidik dan pembicara publik, Janet Levine. Pengalaman 18 tahun mengajar dan menulis tema-tema pendidikan di berbagai media dituangkannya dalam buku ini. Beliau juga ahli di bidang Ennaeagram loh. Salah satu ilmu untuk mengenali watak dan kepribadian diri sendiri dan orang lain.  Saat membaca halaman demi halaman, kita  akan berkenalan tentang bagaimana mengenal diri kita sendiri sebelum mengenal orang lain. Kita diajak untuk mengenali kepribadian orang lain melalu metode Ennaeagram. Namun kali ini dari kacamata kita sebagai orang tua. Dari judulnya saja, sudah mulai menghipnotis pembaca untuk segera memilikinya. 

 

Buku ini ditulis berdasarkan pada teori Ennaeagram yang menggambarkan sembilan sudut pandang atau strategi sembilan kecerdasan. Model yang didasari juga oleh sembilan pola pemikiran, perasaan, motivasi dan persepsi. Tiap-tiap model mewakili cara pandang yang berbeda terhadap dunia. Mudahnya, kalau kita sudah mengenal lebih dalam kelebihan dan kelemahan kepribadian kita, kita akan mengerti betul apa yang harus dilakukan saat melakukan ini dan itu, maka akan dengan mudah melakukan hubungan yang baik dan kuat terhadap orang lain.

 

Sebelum melangkah lebih jauh pada macam-macam tipe kepribadian orang tua, pembaca diajak untuk memahami apa yang menjadi motivasi dominan pada diri kita. Ada sembilan pernyataan yang harus dipilih demi menemukan dominan kepribadian yang kita miliki. Pernyataan-pernyataan yang menarik dan asyik. Pembaca diajak untuk memahami pola dominan yang ada di diri sendiri. Tak hanya itu, untuk memudahkan, kita akan dikelompokkan berdasarkan hasil pola dominan tadi ke dalam kelompok  Attacher (yang bergerak ke arah orang lain), Detacher (yang bergerak menghindari orang lain) atau  Defender (yang bergerak melawan orang lain). Menurutnya, manusia itu merupakan gabungan kompleks dari ketiga model tingkah laku tersebut, tapi hanya ada satu model yang paling dominan.

 

Jadi, apa saja sembilan macam orang tua menurut Ennaeagram? Ini dia :

  1. Tipe Penolong
  2. Tipe Pengatur
  3. Tipe Pemimpi
  4. Tipe Pengamat
  5. Tipe Pencemas
  6. Tipe Penghibur
  7. Tipe Pelindung
  8. Tipe Pendamai
  9. Tipe Penasihat Moral

 

Yang paling menarik di buku ini adalah selain contohnya dalam urusan anak, strategi dan rekomendasi bagi setiap tipe orang tua, pembaca juga diberikan saran-saran untuk mencoba melakukan ini dan itu yang bisa dicoba di rumah bersama anak. Sisi positif dan negatif dari masing-masing tipe pun diberikan lengkap. Jadi semakin tahu apa kelebihan kita, bagaimana cara mengelolanya agar anak pun bahagia dengan perbedaan atau persamaan pola kepribadian.

 

Di akhir buku juga dijelaskan mengenai sejarah, riset dan teori tentang studi kepribadian. Kalau mau lebih jelas lagi, beliau membuka ruang diskusi melalui email dan websitenya yang tercantum di akhir halaman buku ini loh.

 

Ya, buku ini hanya pilihan bacaan ilmu dunia yang mungkin perlu diketahui. Jangan pernah lupa untuk selalu memberikan pondasi ilmu akhirat yang kuat pada keluarga kita ya. Ingatlah, bahwa sebenarnya, guru terbaik dalam mendidik anak itu adalah anak itu sendiri.  Mau baca bukunya? Buku tersedia di perpustakaan PAUDQu Nur’aini ya.

paudqunuraini@gmail.com

paud.alquran.nuraini

paud alquran nuraini

0857 7000 3098

Buka 08.00 WIB
Tutup 12.00 WIB

Copyrights © 2022 Template by LavareDesign.com

Kisah 25 Nabi -Hard Cover

Buku bisa menjadi salah satu jembatan kita untuk menceritakan banyak hal pada anak. Menguatkan akhlaq dari cerita-cerita pilihan yang ingin disampaikan melalui gambar pada anak. Bahkan bagi anak yang belum mengenal huruf pun, buku dapat membantu menambah kosa kata anak, walau hanya dengan membaca gambar. Nah, buku kisah 25 Nabi yang ada di perpustakaan PAUDQu Nur’aini kali ini versi hard covernya. Sebanyak 20 halaman anak akan dimanjakan dengan ilustrasi menarik, penuh warna yang minim tulisan. Orang tua dan guru bisa berkreasi dalam membaca gambar bersama anak saat bercerita tentang Nabi di buku ini.

Penerbit pelangi mizan mengeluarkan seri kisah 25 nabi ini di tahun 2011. Namun cerita yang disampaikan dalam buku, tak lekang oleh waktu. Kondisi buku masih sangat baik sehingga masih terus bisa dimanfaatkan oleh santri PAUDQu Nur’aini hingga sekarang.

paudqunuraini@gmail.com

paud.alquran.nuraini

paud alquran nuraini

0857 7000 3098

Buka 08.00 WIB
Tutup 12.00 WIB

Copyrights © 2022 Template by LavareDesign.com

Seri 25 Nabi dan Rosul

“Kehebatan Nabi Sulaiman itu apa saja ya, Bun?”

Perkenalkan, buku mungil yang cocok dibawa travelling ini beneran paket komplit, loh. Bukunya hanya 10 X 10 cm saja. cukup untuk genggaman mulai anak usia tiga tahun. Seri cerita Nabi ini bukan hanya anak saja yang belajar, tapi juga orang tua pun mendapatkan pengetahuan tambahan tentang  kisah-kisah Nabi dan Rosul. Satu cerita Nabi satu buku dengan penuh warna, gambar menarik dan sedikit kalimat. Menariknya lagi, buku ini tersedia QR COde untuk Audio Road Aloud. Melihat ukuran buku ini sepertinya memang dirancang untuk kita yang kadang suka kebingungan saat anak rewel di perjalanan. Atau teman cerita malam hari di rumah jelang tidur.  

Cetakan pertama yang diterbitkan oleh penerbit Ziyadbooks ini muncul di tahun 2025 lalu. Kabarnya, buku baru naik cetak namun pre order sudah membludak. Seri 25 Nabi dan Rosul dikemas dengan satu kotak yang memudahkan kita untuk bisa dibawa kemana saja. Jangan khawatir sobek ya, karena kertasnya cukup tebal. Santri di PAUDQu Nur’aini juga paling suka baca buku mungil ini, mereka akan mulai berceloteh dengan membaca gambar yang ada di buku bersama teman-temannya. 

Ssttt….penerbit ziyadbooks ini memang sering banget menerbitkan buku-buku yang banyak kami rekomendasikan untuk dibaca. Keluarga Nur’aini, sudah punya bukunya kah?

paudqunuraini@gmail.com

paud.alquran.nuraini

paud alquran nuraini

0857 7000 3098

Buka 08.00 WIB
Tutup 12.00 WIB

Copyrights © 2022 Template by LavareDesign.com

Ensiklopedia Sepak Bola

“Buku adalah jembatan ilmu yang menghubungkan pengetahuan dan kehidupan nyata.” NN

Anak Anda suka main bola?

Atau pecinta pemain bola tertentu?

Anak Anda juga hafal nama pemain-pemain bola dalam dan luar negeri?

Paham istilah-istilah per-sepak bolaan juga ?

Suka nonton bola bareng ayah atau temannya saat pertandingan bola di televisi?

Rela ga  jalan-jalan demi nonton pertandingan bola di televisi?

Kalau pun jalan-jalan, di jam tayangnya, mereka makan di restoran, lalu streaming atau minta pemilik restonya mengganti channel  bola?

Daaaaan, sebagai emaknya, Anda ga paham apa yang mereka diskusikan saat ngomongin bola?

 

Ya Allah, maaak, sama banget sama saya kalau gituuu. *sambil ngekek guling-guling

—-

Emang dasar emak-emak yang ga suka bola, mau dijelaskan panjang kali lebar berkali-kali sama anak dan suami juga belum dong ya kaan. Masuk kuping kanan berusaha dicerna baik, eeh malah keluar kuping kiri. Itu masih mending lah ya, ada yang masuk informasinya. Akhirnya, ketemulah saya di kondisi yang ayahnya tugas luar dan di minggu itu berjajar jam tayang bola. Saya diminta nemenin si sulung nonton bola. Ok, nemeninnya ga masalah. Tapi horor kemudian datang, saat sepanjang hari, si sulung ngajak ngobrol soal per bolaan sama saya, manggut-manggut demi menghargai obrolannya. Yang bikin saya sedih adalah saya ga bisa ngimbangin diskusinya tentang bola. Ada pertanyaan-pertanyaan yang menurut saya sepele, tapi saya ga  bisa jawab. Misaaaal neh,

 

Bund, pelatih Tim (menyebut nama tim sepak bola luar negeri yang saya pun lupa), itu kenapa ngambil pemain bernama si A kan dia bagus ya,gocekannya *sambil menyebutkan nama gerakan bolanya, dia jago di situ, kok diganti sama si B yang *lagi-lagi menyebutkan istilah per sepak bolaan, kenapa ya, Bun?”

 

Dan pertanyaan seputar bola lainnya yang bikin saya gemes karena saya ga bisa ngimbangin diskusinya. Akhirnya saya cari buku yang super lengkap, yang bisa bantu saya, terutama, untuk jadi lawan diskusinya tentang bola saat ayahnya tugas luar. Kenapa saya memilih buku? Karena benda bersahabat yang bisa dibawa kemana-mana, yang siap saya ajak diskusi dan tanya-tinyi plus jadi bahan diskusi adalah buku. 

 

Ketemulah saya dengan buku Ensiklopedia Sepak Bola. Buku yang baru saja diterjemahkan saat itu, saya beli saat cetakan pertamanya, fresh from the oven. Ensiklopedia yang terdiri dari 5 jilid ini super duper lengkap. Buku yang selalu menemani kami kalau sore dan malam hari selama seminggu tayangnya pertandingan sepak bola di televisi saat itu. Ensiklopedia ini memuat tentang 5W 1H. Detil sekali penjabarannya. Mata saya makin melotot membaca ensiklopedia ini, kadang bikin cenut-cenut juga karena butuh membiasakan istilah per sepak bolaan, tapi secara keseluruhan, up date sekali informasinya. Buat orang yang nol kosong soal per sepak bolaan macem saya, ensiklopedia ini amat sangat membantu. Buku yang di setiap jilidnya masing-masing setebal sekitar 150 an halaman. Ukuran font yang nyaman di mata, ilustrasi foto dan gambar nyaris hidup, full colour. Saya saja suka dan nyaman bacanya, apalagi anak-anak. Layaknya sebuah ensiklopedia, hard cover menjadi salah satu kelebihannya. Cover buku dengan ilustrasi dan warna yang menarik, sedap di mata karena kebetulan warna hijau menjadi warna dominan buku ini.

 

Kali ini, tampak luar memang seindah isinya. Penerbit PT Lentera Abadi berhasil memegang hak cipta untuk diterjemahkan dan diperbanyak sejak pertama kali buku aslinya terbit, yaitu tahun 2011. Data yang disampaikan dalam ensiklopedia pun terakhir di tahun 2010. Artinya betul-betul up date saat saya diskusi dengan si sulung saat itu. Mungkin kalaupun sekarang sudah dicetak ulang, akan ada pembaharuan isinya. Entahlah. 

 

Membaca buku ensiklopedia itu harus pelan-pelan, sambil dicermati, jangan lupa jadikan bahan diskusi dengan anak. Daan tahukah, mak? Saat itu, satu minggu 5 jilid sudah habis dilahap si sulung bersamaan dengan habisnya masa tayang per sepak bolaan di televisi. Saya ingat saat mau tanding club *lagi-lagi saya ga familiar namanya. Hehehe. Kami berdiskusi sambil buka ensiklopedianya. Dan si sulung pun menyambungkan data yang pernah ia baca dengan yang sedang ia tonton. Yang saya heran, anak sekarang itu bisa melakukan dua pekerjaan sekaligus dalam satu waktu. Ya nonton televisi ya baca buku. Saat  jeda menit pertandingan, itu digunakan untuk membahas tentang seluk beluk clubnya, yang kadang sambil pegang buku nunjuk ini itu. 

Jadi, 5 jilid itu selesai dalam satu minggu. Uwow saya. Yang saya rasakan saat pintu ilmu kekepoan anak datang bersamaan dengan konteksnya, anak akan dengan sangat mudah menyerap ragam informasi. Belum lagi informasi yang pada dasarnya memang sangat disukai. Maka, seperti saat saya makan coklat atau kuaci, buku itu akan dengan sangat lahap ditelan. Belum lagi dengan daftar isinya, bener-bener paket lengkap.

Pada jilid satu, ini nih daftar isinya. Mulai dari asal usul sepak bola, ragam sepak bola yang ada di dunia, bagaimana sepak bola dimainkan, segala ngupas sepatu, kaos dan gaya rambut pemain cobaaa. Ada juga menceritakan tentang kerja sama tim, manajer dan pelatih. Dan yang ga kalah penting, menjelaskan tentang keterampilan individu terkait istilah-istilah persepak bolaan yang suka bikin kening saya berkerut. Tobat sambel saya tuuh.

 

Masuk ke jilid 2

Bicara tentang planet sepak bola konfederasi FIFA, aneka club bola, mulai dari club Eropa, Amerika selatan, Amerika utara hingga Asia. Setiap area tersebut pun dikenalkan ragam stadion di masing-masing negara. Baca ensiklopedia sepak bola ini berasa lagi jalan-jalan antar benua. Full photo, full color.

 

Masuk ke jilid 3

Banyak mengupas tentang aneka kompetisi, piala dunia di berbagai negara mulai dari piala dunia di Uruguay 1930 sampai Arfika selatan 2010. Lalu masuk penjelasan tentang piala eropa, liga champions, AFC, UEFA. Nah di sini saya sedikit-sedikit nyambung nih, kenapa nyaris setiap bulan selalu ada pertandingan sepak bola. Ternyata yang nggelar pertandingannya beda-beda. ya iya laaah.

 

Masuk ke jilid 4

Di jilid ini kita akan disuguhkan dengan detil penjelasan tentang kejurnas PSSI mulai dari awal dilaksanakan tahun 1951-1994, ada liga Indonesia galatama dan sejarahnya, liga super dan kompetisi berdasarkan usia. U-15 dst.

 

Masuk ke jilid 5

Tips bermain sepak bola mulai dikupas satu-satu, ragam kemenangan dan kekalahan terbesar timnas Indonesia, sea games, olimpiade plus ragam stadion dan club yang ada di Indonesia. Detil mak. Baca deh, ga berasa lagi diceramahin, pemilihan diksinya pun ramah anak, kok.

 

Jadi kesimpulan saya tentang pengalaman seru per-bolaan adalah memberikan ‘makanan’ di saat yang tepat dengan ‘vitamin’ yang pas itu membuat bonding makin erat, ilmu dibagikan cepat meresap lama. Bila dibutuhkan suatu saat untuk di re-call, anak pun masih ingat. Dan satu lagi catatan untuk saya pribadi, saat anak bertanya tentang sesuatu, sebetulnya di situlah saat yang tepat kita masuk dan memasukkan banyak hal kebaikan untuk kemudian menguncinya dengan agama. Anak berada dalam kondisi yang sangat senang yang bila diajak diskusi pun akan jauh lebih mudah dari pada kita yang mulai membuka percakapan dengan anak. Maka, bila waktu itu muncul, segera tinggalkan apapun yang Anda lakukan saat itu, ambil kesempatan baik ini dengan fokus pada anak. Yakin deh, banyak bintang bertaburan saat ngobrol dengan kondisi seperti itu.

 Jadi, sudah baca buku apa hari ini?

paudqunuraini@gmail.com

paud.alquran.nuraini

paud alquran nuraini

0857 7000 3098

Buka 08.00 WIB
Tutup 12.00 WIB

Copyrights © 2022 Template by LavareDesign.com

Buku Klasik Anak

” Discover timeless tales of beauty and charm, in which spells are cast, journeys are made and true love is found in unlikely places.”

Pernah tahu cerita klasik tentang The Little Mermaid karyanya Hans Christian Andersen? Tahu dong cerita tentang Snow White, Sleeping Beauty, The Princess and The Frog. Nah, cerita-cerita yang telah melegenda itu masih ‘hidup’ hingga saat ini. Entah mengapa walau awalnya samar-samar tapi begitu ada yang bercerita dan menyinggung kisah mereka, akan dengan mudahnya me-re call perjalanan ceritanya. Mungkin karena cerita  yang pendek, sederhana dan mudah ditangkap oleh nalar anak kali ya. Belum lagi, diceritakan atau ditampilkan dalam bentuk buku dan video secara berulang-ulang. Maka wajar saja bila kemudian akan dengan mudah untuk me re call kisah klasik itu.

Saat piknik ke BBW atau Big Bad World alias bazar buku kami menemukan surganya buku-buku klasik.  Buku yang sudah lama masuk dalam wish list akhirnya bisa masuk dalam keranjang buku. Buku apa itu?

Classic Treasury Princess Stories

Buku yang berisi kumpulan cerita klasik ramah anak ini berbahasa inggris, full color dan kertasnya lux. Buku setebal 383 yang berhasil bikin mata pecinta cerita klasik makin berbinar. Buku original cetakan terbaru ini didapat saat ada pameran buku/BBW (Big Bad Wolf) dibandrol 250 ribu saja, harga aslinya Rp 550.000. Jauh lebih murah dari pada beli online.

Tak hanya dari segi penampakannya yang memang ekslusif, isinya yang menggunakan bahasa inggris pun mudah dimengerti oleh saya yang bahasa Inggrisnya pas-pas an sekedar yes no aja. Kalau mau latihan bahasa Inggris sederhana, mulai aja dari buku anak-anak gini. Satu cerita itu rata-rata menghabiskan 8-10 halaman dengan ukuran hurufnya besar-besar dan diselingi ilustrasi keren.

Yang menariknya, di halaman awal, selain ada daftar isi, pembaca juga akan diajak berkenalan dengan para pengarangnya yang hidup beberapa puluhan tahun sebelum kita. Jadi pengetahuan baru buat para pembaca.

Oia, karena buku ini menggunakan kertas eksklusif nan tebal, agak kurang praktis juga kalau dibawa bepergian. Cukup berat kalau dibawa.  

Buku-buku cerita klasik ini benar-benar membawa suasana baru di rumah. Mampu mengingat kembali cerita-cerita yang dituliskan dalam buku itu. Sebagian besar sudah diangkat ke layar lebar. Film kartunnya pun masih tayang dan mudah dilihat di kanal-kanal film. Jangan lupa, saat menceritakan kisah-kisah klasik ini pada anak-anak, perlu disesuaikan dengan usia anak ya. Karena kan ini khayal banget walau sarat makna. 

Pernah ada yang bertanya, “emang manusia bisa berubah jadi kodok kalau jahat ya?” Atau “emang di lautan ada putri duyung cantik yang bisa berenang ga pake alat bantu?” Nah, kepiawaian kita diuji di sini saat akan menceritakan kisah yang tak masuk akal. Maka baiknya tetap dampingi anak-anak saat membaca atau story telling saja dengan anak-anak dengan memperlihatkan gambarnya sebagai penunjang cerita.

Jadi, cerita klasik apa yang paling disukai sampai sekarang?

(IK)

paudqunuraini@gmail.com

paud.alquran.nuraini

paud alquran nuraini

0857 7000 3098

Buka 08.00 WIB
Tutup 12.00 WIB

Copyrights © 2022 Template by LavareDesign.com

Mengenalkan Ulul Azmi Pada Anak

Mendekatkan anak tentang beragam cerita, kisah kehidupan sehari-hari bisa melalui banyak cara. Dan buku bisa menjadi salah satu jembatan informasi untuk anak-anak. Tantangannya kemudian adalah memilihkan isi buku yang tepat dan sesuai dengan usia tahapan perkembangan anak. Belum lagi sisi lain dari buku. Mulai dari jumlah kata dalam setiap halaman, ilustrasi dan permainan warna. Apakah sesuai dengan tahapan usia dan atau tahapan membaca anak.

Tak hanya itu, pernah ga sih kita tuh tergiur dengan tampilan buku yang ditawarkan penerbit? Isinya bagus, ilustrasi keren, harga agak tinggi pun ga masalah. Demi apa? Demi kebutuhan anak atau keinginan kita, orang tuanya?

“Duh, kalau ga beli sekarang, harga kembali fitri nih. Kembali normal. Kan lumayan selisihnya.”

“Walaah, ini buku bagus banget kalau si kakak udah bisa baca. Pas murah lagi.”

Keinginan dan godaan itu datang silih berganti. Memanggil kita untuk segera mendapatkannya. Alih-alih membelinya sekarang, apakah itu buku yang memang dibutuhkan oleh anak?

Nah, yang menarik nih. Di usia dini pada anak-anak, pernah ga sih dapet pertanyaan tentang di mana Allah? Allah itu laki-laki  atau perempuan? Kenapa Allah ga kelihatan? Kenapa kalau di buku-buku, wajah Rosul dan Nabi itu ga diperlihatkan? Dan pertanyaan kenapa lainnya lagi. Bingung jawabnya dong?

Beberapa pekan lalu, kami menemukan buku yang membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Terutama pengetahuan tentang ma’rifatur rosul. Buku yang diperuntukkan anak usia 3 tahun ke atas dengan ilustrasi menarik dan kalimat yang sedikit tapi mengena. 

Satu paket buku ini terdiri dari tiga buah buku. Masing-masing terdiri dari 24 halaman dengan ilustrasi menarik. Layaknya anak-anak yang memang lebih mudah membaca gambar, buku ini cukup mewakili cerita dan keingin-tahuan anak tentang siapa nabi dan rosul. 

Buku pertama bercerita tentang mu’jizat para rosul. Beberapa cerita rosul dalam satu buku memang terkesan sangat singkat. Disinilah kekuatan kita orang tua dalam menerjemahkan  ilustrasi yang ditampilkan. Sang penulis buku membantu kita dengan menebalkan beberapa kata dalam setiap halamannya. Ini artinya kita, orang tua, perlu menekankan kisah inti dari ilustrasi yang dimaksud.

Buku kedua bercerita tentang tugas nabi dan rosul pun demikian.

Buku ketiga bercerita tentang ulul azmi. Apa dan siapa saja ulul azmi itu, diceritakan di buku ini.

Buat kami, buku ini cukup membantu orang tua atau guru dalam menceritakan siapa itu Ulul Azmi. Sebagai cerita pembuka tentang nabi dan rosul, buku ini mampu menjembatani dengan baik. Jangan lupa untuk melanjutkan cerita nabi dan rosul satu persatu pada anak.

paudqunuraini@gmail.com

paud.alquran.nuraini

paud alquran nuraini

0857 7000 3098

Buka 08.00 WIB
Tutup 12.00 WIB

Copyrights © 2022 Template by LavareDesign.com

Santri PAUDQu Nur’aini Unjuk Kebolehan dalam Panggung Al-Qur’an

Santri PAUDQu Nur'aini Unjuk Kebolehan dalam Panggung Al-Qur'an

Panggung Al-Qur’an merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh DPC IPPAQI (Ikatan Pendidik PAUD AL-Qur’an Indonesia) kota Depok. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembelajaran menemu-kenali potensi santri yang ada. Mulai kemampuan dari gerak, mars/lagu dan seni, hafalan surat pendek, hafalan hadits, hafalan doa harian, adzan, praktek sholat, daiqu (dai cilik) hingga mewarnai. Panggung AL-Qur’an menjadi wadah unjuk kemampuan dan keberanian untuk berkompetisi dengan lingkungan yang lebih luas lagi. 

Kegiatan ini dilaksanakan secara berjenjang. Mulai dari tingkat kecamatan, tingkat kota, provinsi hingga nasional. Di PAUDQu Nur’aini sendiri, seluruh santri wajib mengikuti kegiatan ini. Pemilihan kategori Panggung Al-Qur’an tentu saja harus dilihat dari berbagai sisi, salah satunya kemampuan dan kesiapan santri untuk berkompetisi. Pada hari Sabtu, 13 Desember 2025 lalu, PAUDQU Nur’aini berhasil menjuarai beberapa kategori tingkat kecamatan Pancoran Mas yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai PAUDQu. Berikut ini perolehan unjuk kemampuan santri PAUDQu Nur’aini yaitu :

  1. Juara 1 lomba praktek sholat
  2. Juara 1 lomba hafalan surat pendek
  3. Juara 1 lomba hafalan doa harian dan artinya
  4. Juara 1 lomba DaiQu
  5. Juara 2 lomba DaiQu
  6. Juara 3 lomba DaiQu
  7. Juara 2 lomba adzan
  8. Juara 2 lomba paudqu suara
  9. Juara 2 lomba hafalan surat pendek
  10. Juara 3 lomba hafalan surat pendek
  11. Juara 3 lomba adzan
  12. Juara 3 lomba hafalan doa harian
  13. Juara 3 lomba mewarnai
  14. Juara harapan 1 lomba hafalan hadits
  15. Juara harapan 1 lomba mewarnai
  16. Juara harapan 1 lomba paduan suara
  17. Juara harapan 2 lomba mewarnai
  18. Juara harapan 3 lomba mewarnai

bisa dilihat juga di sini

Santri yang juara 1 melanjutkan kompetisinya ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu mengikuti perlombaan ke tingkat kota Depok. Panggung Al-Qur’an tingkat kota Depok digelar hari ini, 7 Februari 2026 di Cilodong. Diikuti oleh peserta juara 1 dari setiap perwakilan kecamatan. Semua peserta berlaga mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya. Kegiatan ini dibuka oleh KASI PAKIS KH Sholahudin Al Ayubi, S.Ag., M.Ag. Beliau mendukung upaya IPPAQI dalam menyelenggarakan kegiatan positif bagi anak usia dini di tengah-tengah masyarakat. Penyematan nomor peserta secara simbolik menjadi tanda dimulainya Panggung Al-Qur’an.

Panggung Al-Qur’an kali ini adalah kali ketiga dilaksanakan oleh IPPAQI kota Depok. Dan ketiga kali ini juga PAUDQu Nur’aini ikut serta dalam prosesnya. Tiga mata lomba berhasil mendapatkan posisi lima besar. Berikut ini kategori kejuaraannya :

  1. Juara 1 DaiQu Putra
  2. Juara 3 DaiQu Putri
  3. Juara 3 lomba praktek sholat
  4. Juara Harapan 2 lomba hafalan surat pendek Putra

Selamat kami ucapkan kepada seluruh santri yang telah menyelesaikan tantangan dan kompetisi hari ini. Semua adalah peserta terbaik dengan dukungan penuh dari orang tua.

Bagi juara 1 di semua mata lomba, siap berlaga di tingkat provinsi Jawa Barat April 2026 mendatang di Kabupaten Cianjur. Insya Allah. Cek di sini  ya untuk informasi tambahannya. (IK)

7 Adab Berteman yang Harus diajarkan kepada Anak




7 Adab Berteman yang Harus Diajarkan Kepada Anak


Aku ga mau salim.” kata adik saat temen Bunda datang berkunjung ke rumah.

“Kak, itu teman-tamannya sudah dikasih air minum belum?” 

“Dik, tadi sudah pamit kan sama bundanya?”

Pernah punya pengalaman seperti itu kah, Ayah Bunda? Ya. anak-anak saat berkumpul kadang belum mengerti apa yang baik untuk dilakukan terhadap sesamanya. Belum faham betul mengapa kita harus menghormati tamu, menghargai teman, sekalipun hanya menyuguhkan air minum. Banyak hal terkait adab bersosialisasi yang perlu kita kenalkan dan biasakan pada anak-anak.

Kadang kita, mungkin harus berkaca. Pernah kah merenung sejenak, bagaimana cara kita memperlakukan teman kita sendiri ? Baik saat ada anak bersama kita ataupun tidak. Bagaimana saat tiba-tiba kedatangan teman ke rumah, bagaimana kita menerima mereka?

Kami jadi teringat nasihat imam Al Ghazali terkait adab berteman. Adab berteman yang disampaikan beliau terlihat sepele tapi dalam makna dan efeknya. Maka wajar kalau pembiasaan itu amat diperlukan, termasuk untuk diri kita sendiri. Berikut ini tujuh adab dasar berteman yang perlu dikenalkan pada anak dan keluarga:

  1. Menunjukkan perasaan gembira ketika bertemu

Ada hadist ‘arba’in yang sangat kita kenal terkait senyum adalah sodaqoh.

(تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ صَدَقَةٌ (رواه الترمذى

“Senyum manismu dihadapan saudaramu adalah shadaqah” (HR. Tirmidzi) 

Bayangkan saja saat kita sendiri bertemu dengan teman dan ia menerima kita dengan senyum gembira, tentu rasa itu akan menular bukan? Bahagia itu menular. Ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Prof Edward Tronick harvard University. Beliau menemukan bahwa seorang anak sekalipun masih batita, mampu menangkap bahasa tubuh orang yang ada di sekitarnya. Sehingga akan mempengaruhi proses komunikasi. Walau hanya bahasa tubuh yang dimunculkan, anak mampu menangkap sinyal baik dan buruk yang ditampakkan.

  1. Mendahului mengucap salam

Saat kita bertemu dengan orang lain, dahulukan dengan mengucapkan salam. Saat mengajak anak, minta ia untuk mengikuti apa yang kita lakukan. Seperti bagaimana bahasa tubuh kita saat bertemu orang, atau bagaimana saat bertemu orang lain, mendahului orang lain untuk mengucap salam. Terlebih lagi orang yang lebih muda mengucapkan salam kepada yang lebih tua. Seperti yag telah Rosul ajarkan pada kita, dalam hadist yang diriwayatkan oleh 

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Hendaklah salam itu diucapkan yang muda kepada yang tua, yang berjalan kepada yang duduk, dan yang sedikit kepada yang banyak.” [Muttafaqun Alaihi]. 

Menurut riwayat Muslim: “Dan yang menaiki kendaraan kepada yang berjalan.”

  1. Ramah ketika duduk dan bercengkrama

Saat duduk bersama tentu akan semakin menyenangkan bila saling bercengkrama, tak ada jarak di antara teman. Lepas saling bercerita dan berbagi pengalaman. Jangan lupa, bagi anak-anak perlu dijelaskan juga terkait batasan pergaulan antara lawan jenis ya.

  1. Melepas teman dengan berdiri saat berpamitan

Ini terlihat sepele. Namun tentu akan berbeda rasanya saat kita berpamitan dengan tuan rumah, dan dilepas dengan senyum plus diantar hingga gerbang pintu. Maka lakukan hal serupa bila kita ingin dihormati dan diperlakukan yang sama. Kenalkan dan ajarkan anak-anak untuk melakukan hal sederhana ini yuk.

  1. Memperhatikan saat teman berbicara dan tidak mendebat di saat berbicara

Memberikan kesempatan orang lain ketika berbicara. Menyimak tak hanya mendengarkan  sama seperti menghargai orang lain. Menghormati orang lain melalui komunikasi. Yang menarik adalah terkait berdebat ini Rosulullah pun mengingatkan dalam hadistnya imam Bukhori Muslim bahwa orang yang paling dimurkai Allah adalah orang yang selalu mendebat. Artinya mendebat tanpa ilmu atau dengan cara yang bathil. Demikian juga bila kita merasa berada di pihak yang benar, hindari perdebatan. Karena debat itu akan mendatangkan emosi, amarah dan buruk sangka terhadap orang lain. Simak hadis berikut ini, 

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

“Saya memberikan jaminan rumah di pinggir syurga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Saya memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kedustaan walaupun dia bercanda. Saya memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang membaguskan akhlaqnya.” (HR Abu Daud)

Jadi, masih meragukan kah akan jaminan yang langsung diberikan oleh baginda Nabi kita?

  1. Menceritakan hal-hal yang baik

Salah satu cara terbaik ketika berteman dan mengeratkannya adalah dengan menceritakan hal baik. Menceritakan kebaikan teman kita. Karena hal ini mampu menjaga hubungan pertemanan menjaga silaturahmi dengan orang lain. Kalau pertemanan antar kita, ibunya, sudah baik, bukan tidak mungkin hubungan pertemanan antar anak kita pun semakin baik dan dekat bagai saudara.

  1. Tidak memotong pembicaraannya dan memanggil dengan nama yang disenangi

Pernahkah s kita ngrasain saat berbicara kemudian dipotong pembicaarannya dengan orang lain? Bagaimana rasanya? Jengkel? Sebel? Marah? Keki?. Seperti itulah yang dirasakan bila kita memotong pembicaraan orang lain. Beri teman kita kesempatan untuk menyelesaikan pembicaraannya. Ini mungkin sedikit sulit bila dilakukan oleh anak-anak. Karena biasanya, anak-anak kalau diminta bercerita, mereka akan berebut. Saat seperti itulah sebetulnya kita bisa masuk menanamkan akhlaq berbicara dengan orang lain. Dan jangan lupa, anak adalah peniru ulung, berikan contoh yang baik dan benar pada anak.

Demikian juga terkait panggilan yang disenangi. Memberikan panggilan yang sifatnya merendahkan orang lain sangat tidak disarankan, bahkan sebaiknya dihindari. Secara psikologis bila dipanggil dengan panggilan tidak baik akan merusak mentalnya dan yang paling parah adalah bisa menjadi doa. Ingatkah bahwa Allah itu sesuai dengan prasangka hambanya?

Islam begitu memperhatikan bagaimana adab harus diutamakan dalam keseharian. Rosulullah membutuhkan 30 tahun untuk mengajarkan adab terlebih dahulu pada para sahabatnya. Baru kemudian mengajarkan ilmu. Ini artinya bahwa betapa mendahulukan adab itu adalah sangat penting, sesuatu yang tidak bisa instan. Perlu dilakukan berkali-kali, berulang hingga mendarah daging. Mengenalkan dan membiasakan adab yang baik sejak anak masih kecil, tentu akan jauh lebih mudah dari pada mengenalkannya saat sudah dewasa. Jadi lakukan sekarang. Lakukan bersama dalam memperbaiki adab di rumah dan di lingkungan terdekat. Belajar selalu kepada para ahlinya. Dan minta petunjuk dari Allah untuk selalu didekatkan dengan orang-orang yang sholih.

Hanya Allah lah tempat kita berlindung. (IK)

Kutipan :

  1. almanhaj.or.id
  2. rumaysho.com
  3. muslim.or.id 
Copyright © 2026 PaudQu Nuraini