Ketika Anak Sulit Diatur

Buku lama, tapi isi tak lekang oleh waktu. Ini lah buku itu. Percayalah. Kami awalnya mengira bahwa buku ini memang ditujukan hanya untuk orang tua yang pernah atau sedang memiliki anak yang sulit diatur.  Namun ternyata dugaan kami salah. Buku ini tak melulu membicarakan soal anak yang sulit diatur dan bagaimana proses penanganannya. Namun apa pemicu dari anak sulit diatur-lah yang juga banyak disampaikan di buku setebal 249 halaman isi ini. 

Simak yuuk salah satu buku favorit kami.

Judul              : Ketika Anak Sulit Diatur

Penulis           : C. Drew Edward, Ph.D.

Halaman        : 249 halaman ini

Diterbitkan     : Penerbit kaifa Februari tahun 2006

Cetakan I         : Februari 2006

Drew Edward merupakan seorang psikolog klinis anak yang mengkhususkan diri pada anak-anak ADHD/ADD serta anak-anak yang sulit dikendalikan. Buku ini terdiri dari 12 bab yang akan mengupas banyak hal. Mulai dari ciri anak yang sulit diatur itu seperti apa, bagaimana mengenali perilaku  itu, sampai pada pengelolaan dan praktek kita sebagai orang tua pada anak. Buku ini menggambarkan dari sisi sebagai orang tua dan pendidik atau orang-orang yang ada di sekitar anak. Saat menjadi orang tua, kita akan dituntun mengenai bagaimana sebetulnya pola asuh yang tengah kita lakukan pada anak. Dari sini kita akan dipandu untuk dapat melakukan bimbingan terstruktur pada anak, menggunakan program ekonomi-rumah, begitu Ia menyebutnya.  Program ini telah dicoba di banyak anak, terlihat dari progressnya grafik yang diperlihatkan di buku ini.

Penulis juga memberikan ragam contoh dan program yang bisa kita lakukan di rumah. Praktekkan, dan kita akan menemukan mana program yang cocok dengan tipikal anak kita. Seru saat mendampinginya. Tak hanya anak yang belajar, orang tua pun dituntut untuk lebih memahami dan mampu bersikap konsisten. Ini yang butuh perjuangan. 

Yang menarik buat kami adalah diberikannya solusi pilihan bila saat kita sedang praktek, tetiba ada ‘gangguan’ seperti anak menolak untuk disiplin. Ada beberapa contoh tabel yang bisa kita gunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan yang telah kita lakukan bersama anak. 

Di akhir bab, ia menutupnya dengan kalimat yang menohok. 

“Jangan pernah menunggu masalah menjadi serius, baru Anda meminta tolong. berlatih, berlatih dan berlatihlah. Karena apapun yang Anda coba, semua orang akan mendapatkan manfaat dari kerja keras Anda, baik itu Anda sendiri, anak Anda dan orang lain dalam hidup anak Anda.”

Buku ini sangat kami rekomendasikan untuk orang tua yang memiliki anak di bawah usia 16 tahun. Bahasanya sederhana sekalipun ditulis oleh psikolog anak dan berasal dari buku terjemahan. Kepustakaan yang luar biasa banyak dan lengkap. Ini artinya, sang penulis tidak main-main dalam menulis buku ini. Beberapa cara dan metodenya masih kami gunakan hingga saat ini. Mungkin ga ada salahnya membuka buku-buku jadul Anda. Mungkin beberapa masih bisa kita gunakan ilmunya hingga saat ini. Percayalah, tak ada yang sia-sia.

Sudah baca buku ini?

paudqunuraini@gmail.com

paud.alquran.nuraini

paud alquran nuraini

0857 7000 3098

Buka 08.00 WIB
Tutup 12.00 WIB

Copyrights © 2022 Template by LavareDesign.com

Menjadi Orang Tua Bijak di Era Digital

“Teknologi adalah hamba yang berguna. Tetapi tuan yang berbahaya.” – 

Christian Lous Lange

Buku begitu mencolok mata saat melewati keranjang buku di sebuah pameran terbesar di kota Surabaya tahun lalu. Saat menscanning isi buku, Kami semakin tertarik dan berkata, buku ini harus dibawa pulang. Mengapa? sang penulis adalah ibu yang bekerja di sebuah perusahaan dunia yang fokus pada penyediaan rating  dan ulasan bersifat independen dan terpercaya untuk film, acara televisi, video game, buku, situs web hingga sebuah aplikasi. Tak hanya itu, hasil pengamatan awal berikutnya adalah, warna dan font buku ini menarik mata. Ditambah lagi adanya kotak kesimpulan dan poin penting dalam setiap babnya. Trus yaa, di akhir buku diberikan beberapa halaman rujukan hasil penelitian yang bisa kita akses atau cari terkait media. Jadi, referensi dari tulisan ini ga main-main. Al hasil, kami meminang buku ini.

 

Buku setebal 352 halaman ini bikin kami ketagihan untuk terus membacanya tanpa henti. Penjelasan lugas dari kacamata seorang ahli data yang nota bene juga seorang ibu yang hidup di percepatan perubahan teknologi begitu terasa dalam di setiap tulisannya. Betapa percepatan perubahan gadget misalnya, begitu dirasakan sesungguhnya saat anaknya beranjak remaja.  Bagaimana kemudian ia menyajikan banyak sekali hasil-hasil penelitian tentang efek baik dan buruknya sebuah teknologi pada buah hati. Pembaca dibuat terkesima betul saat mengetahui dampak luar biasa pada anak saat orang tuanya memegang gadget di sekitar anak.

 

Sekelompok dokter meneliti 55 orang yang membawa anak-anak ke restoran cepat saji. Ternyata, 73% orang-orang itu menggunakan perangkat digital di meja saat duduk bersama anak-anak. Ada juga penelitian lain yang membandingkan perilaku ibu-ibu yang menggunakan perangkat mobile saat menyuapi anaknya dengan ibu yang tak menggunakan perangkat apapun saat menyuapi anaknya. Ternyata, 23% ibu itu mengeluarkan perangkat mobilenya yang mengakibatkan 20% ibu berbicara lebih jarang pada anaknya dan menyampaikan interaksi non-verbal 40% lebih sedikit pula. Ibu-ibu itu luput memperhatikan berbagai isyarat emosi dari anak-anak mereka. Ah, begitu banyak hasil survey, penelitian dan rekam jejak beliau yang disampaikan dalam buku ini secara detil. Beneran rugi kalau kita, orang tua yang menemani anak tumbuh di dunia teknologi seperti sekarang ini ga baca buku daging karya Yalda T. Uhls, MBA, Ph.D. Saran kami, segera cari dan miliki. Baca perlahan dan resapi untuk mengambil langkah-langkah berikutnya dalam keluarga kita di rumah.

 

Hal menarik lainnya saat membaca buku ini adalah pembaca tak perlu harus berurutan membaca dari bab ke bab. Baca saja bab yang sedang kita butuhkan pengetahuan di dalamnya. Jadi tak perlu harus berurutan dari bab satu ke bab dua dan seterusnya. Informasi seperti ini disampaikan di kata pengantar penulis. Ah, kalau kami, tetap dibaca berurutan dari bab ke bab. Karena pasti akan bertemu irisan yang saling mendukung.  Dan benar saja, kami akhirnya menemukan kesimpulan akhir bahwa memang betul, buku ini sarat dengan penyajian data. Sebagian besar isi buku ini menginformasikan bahwa teknologi saat ini tuh aman kok untuk anak, tinggal bagaimana peran kita sebagai orang tua dalam berlaku bijak mengencangkan nilai-nilai keluarga untuk menjaganya agar anak tetap waras dalam dunia nyata. Beberapa tips sederhana nan bijak dalam menyikapi teknologi di tengah kehidupan anak, akan kita temui nyaris di setiap babnya. Bagian-bagian penting diberi kotak khusus dan diberi penekanan warna di bagian akhir babnya. Kesimpulan dalam tiap bab juga dibuatkan untuk memudahkan para pembaca yang ingin membaca kembali.

 

Menarik ya bahasannya


Sudah pernah baca buku ini kah?

paudqunuraini@gmail.com

paud.alquran.nuraini

paud alquran nuraini

0857 7000 3098

Buka 08.00 WIB
Tutup 12.00 WIB

Copyrights © 2022 Template by LavareDesign.com

Saya Tipe Orang Tua Seperti Apa Ya?

Saat membaca judul buku ini, sempat terfikir juga, iya ya, orang tua macam apa saya? Belum lagi dengan warna cover bukunya yang paling mencolok dari buku-buku yang berjajar di sebelahnya. Warna biru menyala. tulisan besar-besar berwarna biru terlihat kontras, cantik dan sedap di mata. Tak hanya itu, ada beberapa karikatur yang mewakili macam-macam model orang tua. Dan percayalah, saya ada di salah satu karikatur itu. Bukan satu, bahkan lebih dari tiga. Tapi setelah baca bukunya, ternyata tetap dominan di satu area. 

 

Buku terjemahan ini karya seorang penulis, pendidik dan pembicara publik, Janet Levine. Pengalaman 18 tahun mengajar dan menulis tema-tema pendidikan di berbagai media dituangkannya dalam buku ini. Beliau juga ahli di bidang Ennaeagram loh. Salah satu ilmu untuk mengenali watak dan kepribadian diri sendiri dan orang lain.  Saat membaca halaman demi halaman, kita  akan berkenalan tentang bagaimana mengenal diri kita sendiri sebelum mengenal orang lain. Kita diajak untuk mengenali kepribadian orang lain melalu metode Ennaeagram. Namun kali ini dari kacamata kita sebagai orang tua. Dari judulnya saja, sudah mulai menghipnotis pembaca untuk segera memilikinya. 

 

Buku ini ditulis berdasarkan pada teori Ennaeagram yang menggambarkan sembilan sudut pandang atau strategi sembilan kecerdasan. Model yang didasari juga oleh sembilan pola pemikiran, perasaan, motivasi dan persepsi. Tiap-tiap model mewakili cara pandang yang berbeda terhadap dunia. Mudahnya, kalau kita sudah mengenal lebih dalam kelebihan dan kelemahan kepribadian kita, kita akan mengerti betul apa yang harus dilakukan saat melakukan ini dan itu, maka akan dengan mudah melakukan hubungan yang baik dan kuat terhadap orang lain.

 

Sebelum melangkah lebih jauh pada macam-macam tipe kepribadian orang tua, pembaca diajak untuk memahami apa yang menjadi motivasi dominan pada diri kita. Ada sembilan pernyataan yang harus dipilih demi menemukan dominan kepribadian yang kita miliki. Pernyataan-pernyataan yang menarik dan asyik. Pembaca diajak untuk memahami pola dominan yang ada di diri sendiri. Tak hanya itu, untuk memudahkan, kita akan dikelompokkan berdasarkan hasil pola dominan tadi ke dalam kelompok  Attacher (yang bergerak ke arah orang lain), Detacher (yang bergerak menghindari orang lain) atau  Defender (yang bergerak melawan orang lain). Menurutnya, manusia itu merupakan gabungan kompleks dari ketiga model tingkah laku tersebut, tapi hanya ada satu model yang paling dominan.

 

Jadi, apa saja sembilan macam orang tua menurut Ennaeagram? Ini dia :

  1. Tipe Penolong
  2. Tipe Pengatur
  3. Tipe Pemimpi
  4. Tipe Pengamat
  5. Tipe Pencemas
  6. Tipe Penghibur
  7. Tipe Pelindung
  8. Tipe Pendamai
  9. Tipe Penasihat Moral

 

Yang paling menarik di buku ini adalah selain contohnya dalam urusan anak, strategi dan rekomendasi bagi setiap tipe orang tua, pembaca juga diberikan saran-saran untuk mencoba melakukan ini dan itu yang bisa dicoba di rumah bersama anak. Sisi positif dan negatif dari masing-masing tipe pun diberikan lengkap. Jadi semakin tahu apa kelebihan kita, bagaimana cara mengelolanya agar anak pun bahagia dengan perbedaan atau persamaan pola kepribadian.

 

Di akhir buku juga dijelaskan mengenai sejarah, riset dan teori tentang studi kepribadian. Kalau mau lebih jelas lagi, beliau membuka ruang diskusi melalui email dan websitenya yang tercantum di akhir halaman buku ini loh.

 

Ya, buku ini hanya pilihan bacaan ilmu dunia yang mungkin perlu diketahui. Jangan pernah lupa untuk selalu memberikan pondasi ilmu akhirat yang kuat pada keluarga kita ya. Ingatlah, bahwa sebenarnya, guru terbaik dalam mendidik anak itu adalah anak itu sendiri.  Mau baca bukunya? Buku tersedia di perpustakaan PAUDQu Nur’aini ya.

paudqunuraini@gmail.com

paud.alquran.nuraini

paud alquran nuraini

0857 7000 3098

Buka 08.00 WIB
Tutup 12.00 WIB

Copyrights © 2022 Template by LavareDesign.com

Copyright © 2026 PaudQu Nuraini